Jadi Sorotan, Plt Chandra Tinjau Timbunan Sampah dan Limbah Tapioka di Sungai Bango 

Daerah112 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Kondisi Sungai Bango di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, kembali menjadi perhatian setelah ditemukan tumpukan sampah dan dugaan limbah industri tapioka di sepanjang aliran sungai. Persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pati karena berpotensi mengganggu aliran sungai sekaligus berdampak terhadap aktivitas pertambakan masyarakat. (16/08)

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra turun langsung meninjau kondisi Sungai Bango, Sabtu (15/8/2026). Peninjauan dilakukan bersama jajaran DPUTR, DLH Kabupaten Pati, Camat Margoyoso, tokoh masyarakat, serta perwakilan petambak setempat.

Dalam penyusuran tersebut, Chandra melihat secara langsung tumpukan sampah yang membentang hingga hampir 500 meter. Kondisi itu dinilai cukup memprihatinkan karena sebelumnya pembersihan sungai telah dilakukan pada Juni hingga Juli, namun persoalan kembali muncul.

Menurut Chandra, persoalan Sungai Bango tidak bisa hanya diselesaikan dengan mengerahkan alat dan tenaga untuk membersihkan tumpukan sampah. Jika sumber pencemaran tidak ditangani, kondisi sungai dikhawatirkan kembali memburuk dalam waktu singkat.

“Walaupun ditangani dan dibersihkan berulang kali, dalam satu hingga dua bulan kondisinya akan kembali seperti ini jika sumber masalahnya tidak diselesaikan,” ujar Chandra.

Ia menegaskan, penanganan Sungai Bango harus dilakukan secara menyeluruh dengan menyentuh sumber persoalan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan limbah dari aktivitas industri tapioka yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Chandra meminta para pengusaha tapioka memiliki komitmen kuat dalam mengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Limbah industri, menurutnya, harus melalui proses pengolahan yang sesuai sebelum dilepas ke lingkungan sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap ekosistem sungai maupun masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan komitmen dari para pengusaha tapioka untuk mengelola IPAL-nya dengan benar,” tegas Chandra.

Namun demikian, Chandra juga menemukan persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni masih adanya sampah rumah tangga yang dibuang secara langsung ke aliran sungai.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, upaya pemerintah membersihkan sungai akan menjadi sia-sia apabila perilaku membuang sampah sembarangan masih terus dilakukan.

“Kepada masyarakat, kami juga mengimbau dengan sangat, agar tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai,” kata Chandra.

Persoalan kualitas air Sungai Bango juga dikeluhkan oleh para petambak. Mereka menyampaikan bahwa kondisi air yang diduga tercemar telah mengganggu aktivitas pertambakan dan berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian warga Desa Bulumanis Lor yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.

Kondisi tersebut membuat penanganan Sungai Bango tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan dan lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.

Menindaklanjuti temuan tersebut, DLH Kabupaten Pati akan mengumpulkan para pengusaha tapioka untuk membahas pengelolaan limbah. Pemerintah daerah akan mendorong agar pengelolaan IPAL dilakukan secara optimal dan memastikan limbah tidak dibuang langsung ke aliran sungai.

“Intinya adalah komitmen dari pengusaha-pengusaha tapioka untuk tidak membuang langsung sampah atau limbahnya di aliran sungai ini,” ujar Chandra.

Pemkab Pati juga akan melanjutkan monitoring dan penanganan Sungai Bango bersama perangkat daerah terkait. Pembersihan fisik tetap dilakukan sebagai langkah penanganan, namun fokus utama diarahkan pada pengendalian sumber pencemaran agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Chandra menegaskan bahwa pemulihan Sungai Bango membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam pengawasan dan penanganan, pelaku industri wajib menjalankan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab, sementara masyarakat harus ikut menjaga kebersihan lingkungan.

“Sungai ini merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Karena itu, menjaga kualitas air dan kebersihannya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kalau semua pihak berkomitmen, persoalan seperti ini bisa kita tangani secara lebih permanen,” pungkas Chandra.

Pemkab Pati berharap langkah penanganan yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan semata, tetapi mampu mengembalikan fungsi Sungai Bango sebagai aliran air yang bersih, lancar, dan mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para petambak di Desa Bulumanis Lor.

 

(Red/Tg)