Makam Tunggul Wulung di Desa Bondo, Seorang Pejuang Ditanah Jawa

Daerah2278 Dilihat

Jepara,www.suarahukum-news.com- Bupati Jepara Dian Kristiandi pada hari Selasa (29/03) telah meresmikan Makam Tunggul Wulung yang berada di kawasan pemakaman Kristen, Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Adapun sosok Tunggul Wulung semasa hidupnya merupakan sosok pejuang kemerdekaan di Tanah Jawa.(30/03).

Dilansir dari beberapa sumber, Tunggul Wulung pernah terlibat dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830 dan kemudian melarikan diri ke kawasan Kediri.

Dalam perjalanan hidupnya, Tunggul Wulung mengalami perjumpaan dengan ajaran Kristen dan menjadi seorang penginjil yang sangat berpengaruh di tanah Jawa.

Pada kesempatan itu Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, peresmian makam Tunggul Wulung ini sebagai upaya melestarikan dan memberi penghormatan leluhur yang sudah berkontribusi terhadap kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

“Tunggul Wulung kalau dilihat dari perspektif religi, umat nasrani yang memiliki. Tapi semangat dan kepahlawanannya adalah milik bangsa Indonesia,” tutur Andi.

lebih lanjut Dian Kristiandi mengucapkan terima kasih kepada Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) yang sudah mengelar kegiatan napak tilas “Rasul Jawa”, yang ditujukan untuk mengungkap sejarah penginjil dan penginjilan di Nusantara periode 1800-1924. Salah satunya yaitu Tunggul Wulung, yang dimakamkan di Desa Bondo.

“Saya yakin setelah makam Tunggul Wulung ini dibangun dan dirawat dengan baik, akan lebih dikenal oleh masyarakat luas,” kata dia.

Disampaikan Andi, masyarakat Jepara yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha, saling hidup rukun dan berdampingan. Mereka saling menjaga dan menjunjung tinggi toleransi umat beragama. Sehingga, tepat jika Jepara ini sebagai miniaturnya negara Indonesia dalam hal toleransi, keberagaman agama dan budaya.

“Belum banyak orang yang mengetahui sosok Tunggul Wulung. Untuk itu, perlu dilakukan upaya literasi untuk dikenalkan kepada masyarakat. Memang, pada masa penjajahan, banyak cara dilakukan penjajah untuk mengaburkan keberadaan pejuang yang sudah mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Seperti halnya, dengan tidak menuliskan nama di makamnya, atau menyamarkan nama agar tidak diketahui pribumi,” tandasnya.(*)

 

 

 

(Red/Sh)