Miris, Diserang OTK Saat Nonton Dangdut Berujung Maut, Mukit ; Usut Tuntas 

Daerah39 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Miris, salah seorang warga Desa Bendar Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati harus menjadi korban penusukan oleh oleh Orang Tak Dikenal (OTK) hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir meskipun mendapatkan perawatan medis di RSUD Soewondo Pati.  (07/04)

Peristiwa naas itu terjadi pada hari Kamis (02/04) malam, saat acara pagelaran dangdut dalam rangkaian kegiatan sedekah laut di Desa Bendar, Kecamatan Juwana.

Korban yang diketahui berinisial AF (24) menjadi korban pengeroyokan hingga meninggal karena mengalami luka tusuk di bagian perut. Meskipun sempat mendapatkan perawatan medis secara intensif, namun nyawa korban akhirnya tidak tertolong.

Mohadi, selaku kakak korban mengatakan bahwa AF menjadi korban pengeroyokan saat acara dangdut di Desa Bendar dan mengalami luka serius akibat terkena benda tajam pada bagian bagain perut.

Namun naas, AF akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah melakukan perawatan 1 hari di RS Budi Agung, dan 5 hari di RSU Suwondo Pati.

“Korban dirawat 6 hari di rumah sakit dan meninggal di RSUD Suwondo pada hari Selasa (7/4) malam. Korban mengalami luka di bagian perut dan mengenai organ dalam,” kata Mohadi, Rabu (8/4/26) usai memberikan keterangan di Polsek Juwana.

Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Mukit menyampaikan keprihatinya atas insiden yang berkunjung pada hilangnya nyawa korban.

Ia meminta agar penegak hukum bisa mengusut tuntas atas peristiwa meninggalnya pemuda yang menjadi korban pengeroyokan di Desa Bendar, serta berharap agar hukum dapat ditegakkan dengan seadil-adilnya.

“Kami minta agar Aparat Penegak Hukum (APH) dapat mengusut tuntas dan menangkap semua pelaku yang terlibat. Kejadian seperti tidak dapat ditoleransi lagi, karena kejadian itu sudah memakan korban hingga meninggal dunia,” pungkasnya.

 

 

 

(Red/Sh)