Dalam acara tersebut, juga turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin, Wakil Ketua II DPRD Pati Suhardi, Anggota DPRD Pati Suyono, Susanto, Warsiti, Camat Kayen beserta Stafnya, Kapolsek Kayen, Koramil Kayen, Kepala Desa se-Kecamatan Kayen, BPD se-Kecamatan Kayen, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama serta lintas komunitas se-Kecamatan Kayen.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, mengatakan, Musrenbang hari ini, merupakan agenda tahunan dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Pati Tahun 2024 mendatang, yang mana sistemnya baten yaitu dari bawah ke atas.
“Kehadiran saya dalam pelaksanaan Musrenbang ini, adalah sebagai tokoh masyarakat yang kebetulan berdomisili di Kaye, serta dipercaya oleh masyarakat sebagai anggota DPRD Pati didapil pemilihan saya,” ujarnya.
Lebih lanjut Ketua DPRD Pati juga berharap agar dalam pelaksanaan Musrenbang ini tidak hanya sekedar menjadi agenda rutin tahunan. Namun, apa yang menjadi agenda sekala perioritas harus terakomodir dengan baik.
“Dari sini (Musrenbang) kita bisa menentukan skala prioritas pembangunan infrastruktur kedepan. Bahkan, dari kegiatan ini, kita juga dapat menjaring segala aspirasi masyarakat,” imbuhnya.
Menurutnya, masih kata Ali Badrudin, yang menjadi sekala prioritas dari para peserta Musrenbang adalah tentang penanganan banjir, khususnya diwilayah Pati Selatan.
“Usulan, yang menjadi sekala perioritas penanganan pasca banjir, juga harus benar-benar terealisasi,” harapnya.
Bahkan, dalam kesempatan itu Ali Badrudin juga menegaskan agar penangan pasca banjir yang setiap tahun tersebut dapat dilanjutkan dengan rapat bersama antara eksekutif dan legislatif.
Disinggung soal persoalan pupuk yang banyak keluhan oleh kaum petani. Ali Badrudin juga menjelaskan saat Musrenbang di Sukolilo. Sehingga, Penanganan pasca banjir dan kesulitan pupuk harus menjadi prioritas utama.
“Terkait permasalahan pupuk, kami sudah menyampaikan pada Pemerintah melalui Dinas Pertanian agar benar-benar menanganinya. Meliputi tentang pendistribusian yang benar, alokasi dan targetnya, kalau kurang, maka targetnya harus diperbanyak, dan ini tugas dari Dinas Pertanian untuk mengalokasikan pupuk subsidi,” tandasnya.
(Red/RN)










