Pameran Temporer Cagar Budaya di Museum Patiayam, Tampilkan Benda Purbakala

Daerah852 Dilihat

Kudus, www.suarahukum-news.com | Antusiasme masyarakat dan anak-anak pelajar serta para pengunjung dari berbagai daerah, tampak memadati area komplek Museum Purbakala Patiayam, Kudus, Sabtu (26/07) untuk menyaksikan secara langsung benda-benda purbakala hingga jajanan khas UMKM yang ada di kota Keretek tersebut.  (26/07)

Pameran yang bertajuk ‘Abirama Purbakala Patiayam’ ini digelar selama tiga hari pada Jumat-Minggu (25-27 Juli 2025).

Dari berbagai stan yang ada, Museum Purbakala Patiayam Kudus telah menampilkan replika fragmen fosil femur Homo Sapien. Fragmen ini ditemukan oleh Sutopo pada tanggal 11 Januari 2017 di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo.

Sementara itu, Museum Jawa Tengah Ranggawarsita tampak menampilkan piring Dinasti Song dan pernah eksis pada tahun 960-1279 Masehi. Bentuk keramik berupa piring yang bermotif hiasan 2 ekor ikan dengan cetakan pada bagian dalam. Adapun asal temuan diketahui dari Kabupaten Rembang pada 30 Juni 1988.

Stan Museum Song Terus, Pacitan, tampilkan jejak-jejak peradaban manusia dan budaya. Sabtu (26/07).

Selain itu, juga ada arca pengantin yang merupakan perwujudan dari raja dan ratu atau dikenal dengan penggambaran Siwa dan Sakti Siwa yaitu Parwati. Keduanya digambarkan bertangan dua yang saling berdampingan dalam sikap tegak posisi varade hasta yaitu sikap tangan membawa hadiah. Arca ini ditemukan di daerah Gringsing Kabupaten Batang.

Selanjutnya ada juga stan Museum Song Terus, Pacitan yang menampilkan jejak manusia purba dan perkembangan budayanya sejak 300.000 tahun lalu, bersama bukti evolusi lingkungan, disini pengunjung dapat melihat berbagai artefak dan fosil yang ditemukan di sekitar Situs Song Terus, termasuk kerangka manusia purba dan peralatan batu yang digunakan pada masanya.

Selain itu juga ada stan museum lainnya seperti jenang dan gusjigang, kretek hingga UMKM yang ada di Kabupaten Kudus. Dalam kesempatannya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Mutrikah, mengatakan pameran ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang cagar budaya melalui pameran bersama antarmuseum.

“Pentingnya tingkat kesadaran masyarakat atas pelestarian cagar budaya. Serta untuk meningkatkan apresiasi dan rasa cinta masyarakat terhadap warisan budaya. Serta sebagai wadah jejaring kerja sama komunikasi promosi dan edukasi museum kepada masyarakat,” terang Muftrikah dilokasi acara, Jumat (25/7/2025).

Selain itu, pihaknya mengatakan bahwa para peserta kegiatan pameran terdiri dari Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, Museum Pacitan, Jenang dan Gusjigang Kudus. Ada juga Museum Kretek dan hingga komunitas edukasi museum.

Ditempat yang sama Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris juga mengatakan bahwa pameran ini sebagai bentuk pembelajaran untuk generasi muda, untuk menghargai dan mengetahui tentang sejarah Indonesia, terutama yang ada di Kabupaten Kudus ini.

 

 

 

 

(Red/Tg)