oleh

Penambahan Kata ”Cipto” di Gapura Makam Mangoen Oneng, Dinilai dapat Kaburkan Sejarah 

-DAERAH-235 views

Pati,www.suarahukum-news.com-Penambahan kalimat “Cipto” yang tertulis di atas Gapura pintu masuk Makam Mangoen Oneng yang berada di kawasan Rendole turut Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah di nilai dapat menyesatkan bagi para peziarah yang datang, terlebih bagi mereka (peziarah) dari luar kota yang sengaja berkunjung untuk kirim doa kepada arwah leluhur.(14/01).

Batu prasasti pembangunan pagar Makan Mangoen Oneng.

Diketahui bahwa, Mangoen Oneng I adalah Bupati Pati yang berakhir masa jabatannya sekitar Tahun 1670 dan merupakan Adipati Pakem (sumber: id.m.wikipedia.org). Setelah masa kepimpinan Mangoen Oneng I kemudian di lanjutkan oleh kepemimpinan Mangoen Oneng II dan seterusnya (keturunan) antara sekitar tahun 1678-1701 (Mangoen Oneng II-III). Tentunya dengan peran dan fungsi Mangun Oneng yang menjadi orang nomor satu di Kadipaten Pati kala itu dan dapat memberikan pengayom kepada warganya adalah sebuah jasa yang sangat besar dan tidak dapat ditawar. Selain itu, Mangoen Oneng juga merupakan sosok pimpinan yang berwibawa, bersahaja dan bijaksana, selain juga memiliki kadikdayan (kesaktian) pada masanya.

Daftar Bupati Pati. Sumber: id.m.wikipedia.org.

“Kami tidak tau persis soal sejarah Mangoen Oneng. Tapi sejak dulu juga ada kalimat”Cipto”. Jadi semasa kepemimpinan saya sebagai kepala desa, kami hanya meneruskan saja,” ujar Kepala Desa Muktiharjo kepada Media ini di ruang kerjanya, Jumat (14/01).

Disingung antara batu prasasti bangunan di sebelah kanan pintu masuk yang bertuliskan Bantuan Keuangan Pembangunan Pagar Makam Mangon Oneng, Kepala Desa Muktiharjo kembali menambahkan.

“Itu memang di era kepemimpinan saya yang ikut membangun pagar tersebut. Akan tetapi kalimat “Cipto” memang sudah tertulis dari dulu. Kami hanya meneruskan saja,” imbuhnya menerangkan.

Lokasi Makam Mangoen Oneng, Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah.

Dikonfirmasi lebih lanjut tentang penambahan kalimat”Cipto” mengambil referensi dari pakem mana, serta atas dasar apa (sumber referensi) mengingat Mangun Oneng merupakan sosok pimpinan yang pernah memimpin Kabupaten Pati. Lantaran di dalam cerita tutur maupun dari beberapa referensi urutan atau silsilah para Bupati Pati, yang tertulis hanya Mangon Oneng bukan Cipto Mangun Oneng.

“Ya kami tidak mengambil referensi darimanapun. Kami hanya meneruskan saja,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu salah seorang pengamat sejarah dan beberapa tokoh masyarakat di Kabupaten Pati, saat dimintai tanggapan tentang adanya penambahan kalimat “Cipto” di makam leluhur dan merupakan sosok pimpinan di masa kejayaannya, pihaknya juga mengatakan, Kalau memang ada kesalahan dalam penulisan (kalimat) ya tinggal di evaluasi agar tidak menyesatkan bagi para peziarah, terlebih kelak dapat mengaburkan sejarah.

“Penambahan kalimat ”Cipto” di makam yang memiliki nilai histori dan merupakan bagian sejarah di Pati menurut kami cukup menyesatkan bagi para peziarah yang berkunjung di sana. Tentunya orang yang datang ke makam leluhur memiliki tujuan untuk mendoakan leluhur dan mengingat jasa serta nilai sejarah pada masa itu. Kalau pemberian nama pada pintu masuk sudah salah, tentunya bagi pengunjung yang baru datang akan berdoa sesuai dengan nama yang tertera di atas Gapura pintu masuk pada makam itu,” ujar salah seorang pemerhati sejarah di Pati, Jumat (14/01).

Hal itu, Lanjutnya,”Tentunya dinilai dapat mengaburkan pengetahuan anak cucu kita kelak. Semoga saja tempat-tempat makam leluhur tidak ada kesalahan dalam penulisan. Karena jika hal serupa tidak segera di evaluasi, maka akan berdampak pada kaburnya pengetahuan tentang nama leluhur dan sejarah yang ada,” pungkasnya.

 

 

 

(Red/Tg)

News Feed