oleh

Selain WCC, Korban Asusila Mendapat Pendampingan dari Dinsos Kab. Pati & Prov. Jateng 

-DAERAH-190 views

Pati,www.suarahukum-news.com-Kasus dugaan perbuatan tindak asusila yang dilakukan oleh seorang kakek berusia sekitar 62 tahun kepada seorang perempuan penyandang Disabilitas tuna wicara tampaknya mendapatkan perhatian khusus dari sejumlah pihak. Sebelumnya dari Yayasan Womenand Child Center (WCC) Kabupaten Pati telah memberikan pendampingan hukum kepada korban untuk meminta keadilan, kini dari Dinas Sosial Kabupaten Pati bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah juga telah menurunkan ahli tuna wicara guna pendampingan didalam proses Penyidikan. (15/01)

Siang itu, Melati (bukan nama sebenarnya) telah menjalani proses Penyidikan guna melengkapi berkas laporan di ruang Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pati, yang di dampingi langsung oleh Kuasa Hukumnya dari Yayasan Women and Child Center (WCC). Bukan hanya itu, Dinas Sosial Kabupaten Pati bersama dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah juga memberikan perhatian khusus dengan menurunkan Ahli Tuna Wicara guna mempermudah korban dalam memberikan keterangan kepada petugas.

Baca juga berita terkait ……….. >>>>>>>>>>>

https://suarahukum-news.com/miris-kelakuan-bejat-seorang-kakek-diduga-tega-hamili-wanita-penyandang-disabilitas/

Dalam pemeriksaan kali ini korban didampingi ahli tuna wicara dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati guna mempermudah proses penerjemahan bahasa.

“Kami & beberapa rekan dari WCC bersama Dinas Sosial Kabupaten Pati serta Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah ikut bersama mendampingi korban saat menjalani proses Penyidikan. Mengingat korban adalah penyandang Disabilitas Tuna Wicara, sehingga kami meminta bantuan kepada instansi terkait untuk mendatangkan Ahli Tuna Wicara guna menerjemahkan bahasa korban,” ujar Izzudin Arsalan, S.H, kuasa hukum korban siang itu, Jumat (14/01).

Usai menjalani pemeriksaan, Lanjutnya, Korban langsung di bawa ke R.S Mitra Bangsa untuk dilakukan Visum. Adapun kondisi korban, saat ini telah hamil dengan usia kandungan sekitar 6 bulan.

“Keluarga korban berharap agar pelaku segera terungkap supaya dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Terlebih korban adalah sosok yang merawat ibu kandungnya dengan kondisi sakit lumpuh,” tandasnya.

 

 

(Red/Tg)

News Feed