PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR , DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JATENG

Percepatan pembangunan infrastruktur di harapkan mampu menumbuhkan roda perekonomian di Provinsi Jawa Tengah . Selasa ( 2 / 7 )

Semarang , www.suarahukum-news.com – Dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur , Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendorong Jalan lingkar selatan selatan (JLSS ) yang belum tertangani sepanjang 46,07 kilometer agar segera dipercepat pelaksanaan pembangunannya . ( 3 / 6 )

JLSS ( Jali Lingkar Selatan Selatan ) memiliki total panjang kurang lebih 211,95 kilometer. Untuk pembangunan jalan yang belum tertangani, diusulkan agar dibiayai APBN. Karena, untuk pembebasan lahan, dibutuhkan anggaran senilai Rp 1,17 triliun dan konstruksi sebesar Rp 1,1 triliun.

Hal itu di ungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruangan kerjanya saat menerima kunjungan kerja dari Bapeda ( Badan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Ariwibowo pada hari Selasa ( 2 / 7 ) ;

” Untuk percepatan pembangunan jalan tol Solo-Jogja, tol Bawen-Jogja, tol tanggul laut Semarang-Demak. Kita sudah siapkan secara detail, faktor yang bisa mendorong pertumbuhan. Sudah ada stretegi yang disiapkan dan pekerjaan yang disiapkan , ” paparnya

Selain itu , Percepatan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah , yaitu dari 5,3 persen menjadi 7 persen. Beragam bidang yang akan dipercepat itu pun sudah dibicarakan dengan kementerian terkait dan akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini.

” Misalnya, untuk percepatan jalan tol Solo-Jogja dibutuhkan Rp 22,50 triliun, tol Bawen-Jogja Rp 13,69 triliun, percepatam realisasi jalan tol tanggul laut Semarang-Demak Rp 15,40 triliun. Kemudian pemenuhan air baku untuk air minum melalui program SPAM yang sudah lama direncanakan, harus dipercepat. Lalu, kebutuhan air untuk industri , ” jelasnya

Dalam perkeretaapian, menurut Ganjar, Jawa Tengah memiliki jalur melingkar yang bisa mendukung jalur transportasi penumpang dan bahan bakar gas untuk industri. Karena, kawasan industri yang akan dibuka, tidak hanya di tengah, tetapi juga di sisi selatan ;

” Ada investasi pembangunan industri baja senilai USD 2,54 miliar, atau Rp 35 triliun. Tetapi, kebijakannya belum seragam antara provinsi dengan pusat. Untuk itu, kita butuh support dari pusat. Dengan berdirinya industri itu, bisa membantu memenuhi kebutuhan baja nasional , Tenaga kerja pun disiapkan dengan mendirikan SMK Indonesia-Jerman seperti yang direncakan ketika Ganjar bertemu dengan Pemerintah Jerman. Pola pembiayaannya pun kolaborasi menggunakan APBD, APBN, BUMD, BUMN, PMA, PMDN , ” pungkasnya

Tidak hanya membahas soal anggaran , Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengatakan di hadapan Kepala Bappeda Prasetyo Aribowo, Sekda Jateng Sri Puryono, beberapa kepala OPD terkait dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Peni Rahayu, percepatan birokrasi, layanan yang cepat, mudah, tidak ada pungli juga menjadi kinerja yang harus dipercepat.

( Red / Tg )

COMMENTS