Sekda Jateng Sri Puryono Lahirkan Geguritan Baru Yang Berjudul ” Pancasila “

Sekda Jateng Sri Puryono lahirkan geguritan baru yang berjudul ” Pancasila ” yang di bacakan langsung di acara Malam Syair Ayat Dewa Pamungkas dari Timur di Pendapa Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang ( Unnes ) . Rabu  ( 16/10 )

Pati, www.suarahukum-news.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono kembali lagi torehkan sebuah karya geguritan yang berjudul ” Pancasila ” Hal itu ia bacakan langsung pada acara Malam Syair Ayat Dewa Pamungkas dari Timur di Pendapa Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang ( Unnes ) pada hari Rabu ( 16 / 10 ) malam . ( 17 / 10 )

Geguritan yang berjudul ” Pancasila ” tersebut sebenarnya dirancang oleh Sekda Jateng Sri Puryono untuk Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober. Namun lantaran belum ada kesempatan sehingga belum bisa membacakan dan membagikan geguritannya itu ke khalayak umum.
Pada kesempatan tersebut usai acara Malam Syair Ayat Dewa Pamungkas dari Timur di Pendapa Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rabu (16/10/2019) malam , Sri Puryono mengatakan bahwa ;

” Geguritan itu saya rancang di hari Kesaktian Pancasila tetapi belum sempat saya bacakan. Baru berkesempatan pada hari ini. Ini pertama kali saya bacakan. Kebetulan masih dalam suasana Hari Kesaktian Pancasila ,” tuturnya

Sesuai dengan judulnya, garis besar isi geguritan tersebut berbicara tentang Pancasila. Termasuk bagaimana saktinya Pancasila sebagai dasar negara di tengah gempuran yang datang silih berganti ;

” Isi atau pesannya itu tentang Pancasila. Pancasila ini sudah diuji coba berkali-kali, toh akhirnya tetap sakti. Makanya tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila,” ungkapnya.

Pada malam itu Sekda Jateng Sri Puryono juga berpesan kepada Mahasiswa dan seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga tanah air Indonesia. Juga mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa ;

“. Bumi Indonesia ini kaya raya, apa saja ada. Kita di sini diberi tugas oleh Tuhan untuk mengelola dan menjaga dengan baik. Saya tekankan, apapun alasannya, Pancasila tetap dasar ideologi kita ,” pungkasnya

( Red / Hjt )

COMMENTS