Sinergi bersama Peduli Cagar Budaya Muria, Tanam Pohon & Bersihkan Jalur Candi Angin

Daerah2617 Dilihat

 

Jepara, www.suarahukum-news.com | Sejumlah tokoh pemuda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara pada hari Minggu (05/06) pagi telah melaksanakan kegiatan sosial dengan melakukan penanaman pohon di kawasan yang menuju ke jalur puncak Candi Angin. Berbagai komunitas yang tergabung dalam Forum Peduli Cagar Budaya Muria ini telah diikuti sekitar 40 peserta dengan kegiatan inti, meliputi diskusi, penanaman pohon, pelepasan beberapa pasang burung ke alam liar, serta membersihkan sampah di lokasi Candi Angin serta di sepanjang perjalanan menuju ke lokasi puncak. (06/06).

Pada kesempatan itu, Rohman selaku juru kunci Candi Angin menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta dan donatur, atas terlaksananya kegiatan tersebut. Hal itu merupakan rangkaian acara dalam menyambut perayaan sedekah bumi Desa Tempur.

Foto; setiap peserta tampak membawa 1-3 pohon untuk di tanam di kawasan jalur yang menuju ke Puncak Candi Angin, Minggu (05/06).

“Karena, Candi Angin merupakan simbol cagar budaya yang harus kita lestarikan. Selain nantinya, juga akan kita jadikan sebagai salah satu tempat dalam rangkaian acara bersih desa (sedekah bumi, dalam bahasa Jawa, red),” ujarnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jepara Lulut Andi Ariyanto, S.T, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Camat Keling. Pada kesempatan itu pihaknya juga menyampaikan agar Forum Peduli Cagar Budaya Muria ini dapat bersinergi menjadi satu kawasan Cagar Budaya yaitu meliputi Kabupaten Jepara, Pati, dan Kudus. Sehingga, penanganan cagar budaya yang ada di sekitar Gunung Muria dapat terlaksana dengan lebih baik.

“Kegiatan dokumentasi dan inventarisasi Cagar Budaya di Muria perlu terus dilakukan, guna mendapatkan informasi yang lengkap. Sehingga, kelak dapat dijadikan sumber informasi dari para peneliti dan dinas terkait,” kata Lulut Andi Ariyanto menambahkan.

Acara diskusi dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang dipimpin langsung oleh Ahmad Junaidi selalu aktivis pemerhati Cagar Budaya Muria dan merupakan tokoh pemuda desa setempat.

Dalam diskusi siang itu, ada hal menarik yang menjadi perhatian peserta. Diantaranya dibahasnya tentang Situs Palombo, dimana menurut informasi warga sekitar dan pendaki, bahwasanya di lokasi tersebut ditemukan benda- benda yang diduga bagian dari benda Cagar Budaya yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Bahkan, beberapa waktu lalu dari Balai Arkeologi Jogjakarta juga telah melakukan penelitian awal di lokasi tersebut.

“Mari bersama-sama menjadi bagian dalam melestarikan situs dan cagar budaya. Kalau bukan kita semua, lalu siapa lagi yang akan peduli untuk tetap merawat, menjaga dan melestarikannya,” ajak Ahmad Junaidi siang itu kepada seluruh peserta.

Dari hasil diskusi, dapat disimpulkan bahwa beberapa waktu mendatang akan diagendakan kegiatan membersihkan situs Palombo, sekaligus untuk mengetahui struktur bangunan yang ada di lokasi tersebut. Dan tentunya, atas bimbingan serta petunjuk dari perwakilan Badan Arkeologi maupun pihak terkait lainnya.

 

 

(Red/Tg)