Soal Nasmoco Pati, Konsumen: Hari Senin Depan, Unit Mobil Akan di Kirim

Pati,www.suarahukum-news.com-Persoalan antara pihak Konsumen dengan pihak Manajemen Nasmoco Pati, Atas uang tanda jadi senilai Rp 150 Juta, Guna keperluan membayar satu Unit Mobil No.SPK.2024-2001226, No.Invoice.0-BMB21/01/21/06, Pada tanggal 21 Januari 2021, Sesuai dengan Nomor Bukti Pembayaran: BMB 21/01/21/06, Kode Lampiran FM-NRM-NPTADM-03-01, Mengarah pada titik terang.(12/02)

Pasalnya, pada hari Kamis (11/02), Pihak Manajemen perusahaan (Nasmoco Pati) tersebut menemui pihak konsumen dan berjanji padanya, Akan segera mengirimkan Unit Mobil Toyota Fortuner pesanan sang konsumen. Bukan hanya itu, pihak manajemen juga menyampaikan beberapa kendala yang terjadi di internal ,Salah satunya tentang Stok barang dan pengiriman barang yang terkendala akibat cuaca.

“Pihak Nasmoco Pati, datang dan menyampaikan beberapa kendala. Selanjutnya pada hari Senin (15/02) depan, unit mobil tersebut akan di kirim ke alamat saya,” Ujar Konsumen yang berinisial MPH kepada Kantor Hukum Segara dan Partner,Kamis (12/02) sore.

Personalan antara Konsumen dan pihak Nasmoco Pati, Terjadi, bermula pada sekitar bulan Januari 2021. Awalnya pihak konsumen hendak membeli satu Unit Mobil Toyota Fortuner di Showroom Nasmoco Pati melalui seseorang yang berinisial ARF (Salah satu karyawan Nasmoco Pati). Melalui pihaknya (ARF), Saudara MPS berkomunikasi secara aktif, Baik membicarakan tentang soal Unit Mobil, Maupun tentang soal administrasi yang harus dikeluarkan oleh dirinya (MPS).

Meskipun pembelian tersebut ingin di lakukan sistem Cash, Dan sudah memberikan uang tanda jadi (DP) kepada pihak Nasmoco Pati, Senilai Rp 105 Juta. Diantaranya Rp 5 Juta melalui cash. Adapun untuk yang Rp 100 Juta adalah melalui transfer. Hal itu sesuai dengan bukti transfer dari saudara MPS kepada rekening atas nama PT.Nasmoco Pati, Tanggal 21/01/2021 sekitar Pukul 13.40 Wib.

“Pada awalnya saya memberikan DP untuk pemesanan unit, Sebesar Rp 5 Juta. Kemudian selang beberapa hari, Saya di datangi oleh salah satu karyawan Nasmoco Pati, Kemudian menyampaikan, Kalau unit mobil pesanan saya sudah datang dan barangnya (unit mobil) sudah redy di kantor,” Ujar MPH.

Karena niat saya, Masih kata MPH, Memang hendak membeli unit mobil, tentunya saya ikuti persyaratan dan prosedur yang di butuhkan oleh Manajemen Nasmoco Pati. Yaitu, sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh karyawan itu. Atas arahannya, Kemudian saya harus memasukkan dana tambahan atau deposit sebesar Rp 100 Juta lagi.

“Namun setelah saya menambahkan nilai tanda jadi tersebut, justru barang yang di perlihatkan kepada saya di kantor nya, Adalah unit mobil yang sudah di pesan oleh konsumen lain, hal itu baru saya ketahui setelah saya menanyakan langsung kepada pihak manajemen di kantor itu,” Ujarnya.

Sementara itu, Bowo Setiyadi,S.H, Selaku kuasa hukum dari saudara MPS, Di Kantornya yang beralamat di Jl.Dr.Susanto, Nomor 23 Pati, Dirinya mengatakan, Hari ini saya di hubungi oleh pihak Manajemen Nasmoco Pati melalui sambungan telepon seluler.

“Pada intinya, Pihak Nasmoco Pati, minta batas waktu hingga pada hari Senin tanggal 15 Februari 2021 mendatang, Untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” Ujar Bowo Setiyadi, saat di konfirmasi media ini, Kamis (11/02) di ruang kerjanya.

Di tempat terpisah, Salah seorang aktivis yang enggan di sebutkan namanya, Saat di mintai tanggapan atas permasalahan itu, Pihaknya mengatakan, Kalau di lihat dan di cermati dari sudut pandang umum, Dari persoalan tersebut terdapat unsur dugaan tindak penipuan oleh oknum karyawan. Pasalnya pihaknya (karyawan) menyampaikan, menunjukkan dan menjanjikan sesuatu barang yang sebenarnya adalah milik orang lain, Sehingga atas tindakannya itu, dapat menimbulkan dampak kerugian oleh pihak lain, Baik dalam bentuk materi maupun non materi.

“Secara fakta, Barang yang di tunjukkan oleh oknum karyawan kepada konsumen adalah bukan barang yang akan di berikan pada konsumen saat ini, Dalam hal ini saudara yang berinisial MPH. Itu artinya, pada saat oknum karyawan memperlihatkan, menunjukan atau menjanjikan sesuatu barang kepada konsumen, Namun ternyata barang tersebut adalah merupakan barang milik orang lain,” Ujarnya.

Itu artinya, Lanjutnya, Tindakan oknum karyawan tersebut secara sengaja menunjukkan unit mobil, Yang sebenarnya adalah unit pesanan dari konsumen lain.

“Semoga keduanya (konsumen dan perusahaan) bisa menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan,” Pungkasnya.

 

(Red/Tg)

Author: suarahukum