Tak Mendapat Tempat, Pasien di RS.KSH Harus Menjadi Penghuni Lobi

Pati, www.suarahukum-news.com – Pemandangan yang tak layak,Kini tampak terlihat di salah satu tempat Penyedia layanan Kesehatan di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Pati. Ya, betapa tidak. Sejumlah pasien harus mendapatkan perawatan yang kurang layak didapatkan bagi para pasien. Mengingat kondisi fiisk dan kesehatan yang kurang baik,Justru harus duduk di kursi roda berhari-hari di ruang Lobi Rumah Sakit setempat, Seperti yang terlihat  dalam foto di atas. ( 30/12 )

Beberapa pasien terlihat duduk, dan menurut keteranganya mereka telah berhari-hari di lobi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati. Sembari menahan rasa sakit yang mereka derita dan harus segera mendapat pertolongan secepatnya.

Dokumentasi foto,Selasa(29/12/2020),Pukul 21.00 Wib.

Pada kesempatan itu, Wahyu, seorang Manager di rumah sakit tersebut, menjelaskan. Banyak hal terkait beberapa pasien yang harus mendapatkan perawatan di luar rumah sakit, salah satunya karena keterbatasan ruang untuk pasien.

“Ruangan kita sudah penuh semua pak, jadi sementara pasien kita lakukan perawatan di luar ruangan. Dan kita juga tidak mungkin menelantarkan mereka dengan tidak manusiawi, karna saya juga seorang manusia”. Kata Wahyu pada awak media, diruang resepsionis, Selasa (29/12/20).

Dokumentasi foto,Rabu ( 30/12/2020)

Selain itu. Wahyu, juga mengatakan ,Bahwa pasien yang dirawat di luar ruangan merupakan pasien yang diduga terpapar Covid-19. Sebagaimana hasil pemeriksaan dan gejala yang dialami pasien dan harus di isolasi terlebih dahulu. Sedangkan mereka ( pasien) kehabisan ruangan inap maupun ruangan untuk isolasi.

Dari penjelasan sang Manager tersebut diatas, dapat diartikan bahwa alasan mereka menempatkan pasien diluar ruangan berhari-hari adalah karena ruang perawatan yang penuh dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Sedangkan, ketika awak media melakukan konfirmasi  ke salah seorang petugas Security, yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan bahwa, sebenarnya masih banyak ruang kosong. Namun dirawatnya pasien di luar ruangan, adalah akibat dari untuk pemutusan mata rantai Covid-19.

Terjadi mis komunikasi diantara mereka, namun ketika kami konfirmasikan pernyataan security tersebut, Wahyu membantah dengan mengatakan bahwa security tidak tahu menahu soal urusan ruangan.

“Itu security punya tugas pengamanan dan membantu pasien turun dari kendaraan, tidak tahu menahu mengenai kapasitas ruangan kita”. Tegas Wahyu.

Lalu jika benar mereka yang mendapatkan perawatan di luar ruangan merupakan pasien PDP Covid-19, bukankah sangat berbahaya bagi orang disekitar mereka?

Sementara itu, salah seorang pasien yang juga tidak ingin disebutkan identitasnya mengaku stres karena sudah terlalu lama duduk diatas kursi roda.

“Saya stres mas, tidak kuat lagi rasanya”, Keluhnya sembari memegang dadanya dengan nafas ter’engah menahan rasa sakit yang dideritanya.

Saya datang ke sini (KSH), lanjutnya, dari jam satu siang dan selesai mengurus pendaftaran hingga jam empat.

Dari keterangan salah seorang pasien tersebut bahwa, hingga berita ini dimuat, sang pasien itu sudah duduk di atas kursi roda selama lebih dari 24 jam. Bayangkan betapa stress nya pasien itu. Bahkan untuk orang sehat pun dirasa akan sama halnya dengan apa yang dirasakan para pasien tersebut.

Bukankah tingkat stress dapat memperburuk seseorang yang sedang mengidap penyakit?

Bahkan seorang pria penunggu pasien yang kebetulan bersama kami (awak media) mengatakan, “kalo sudah seperti itu (menjadi pasien) rasa-rasanya terlihat sudah bukan manusia lagi mas”. Ujarnya sembari menatap para pasien yang tertunduk lesu.

Atas peristiwa tersebut,kami sedang berupaya meminta klarifikasi terhadap stakeholder dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, terkait fenomena ini. Mengingat penanganan dan pelayanan terhadap pasien di masa Pandemi harus di utamakan oleh pihak Penyedia Layanan Kesehatan.

 

( Red/Bw,Tg )

Author: suarahukum