Trotoar Jl. P Sudirman Mulai Dibongkar, Bakal di Sulap Jadi Kawasan Pedestrian Modern 

Daerah6 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Wajah pusat Kota Pati segera mengalami perubahan besar. Trotoar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman sisi barat Alun-alun Pati kini mulai dibongkar sebagai tahap awal penataan kawasan pedestrian yang digadang-gadang akan menghadirkan suasana layaknya Jalan Malioboro di Yogyakarta. Proyek strategis tersebut diharapkan tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. (09/06)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Riyoso melalui Kepala Bidang Cipta Karya Arief Wahyudi, menjelaskan bahwa proyek pembangunan pedestrian tersebut merupakan program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah Kabupaten Pati melalui DPUTR hanya bertanggung jawab pada tahap pembongkaran awal dengan anggaran sekitar Rp140 juta.

“Kalau kegiatan di DPUTR hanya pembongkarannya saja. Untuk desain, perencanaan, dan pelaksanaan fisik seluruhnya menjadi kewenangan Balai Strategis Penataan Perkotaan Kementerian PUPR,”  kata Arief, Selasa (09/06/26)

Ia menambahkan, proses pembongkaran yang dilakukan DPUTR Kabupaten Pati dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 18 Mei hingga 15 Agustus 2026. Setelah seluruh area siap, pekerjaan konstruksi fisik akan dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan durasi pekerjaan sekitar tujuh bulan.

Nilai investasi yang digelontorkan pemerintah pusat untuk merealisasikan proyek tersebut mencapai Rp18 miliar. Anggaran yang cukup besar itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kawasan pedestrian modern yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi pejalan kaki, tetapi juga menjadi ruang publik yang berkualitas.

Proses penataan kawasan juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati bertugas melakukan penanganan dan pemindahan sejumlah pohon yang berada di area proyek. Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati menangani pembongkaran fasilitas penerangan jalan umum yang terdampak pekerjaan.

“Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keselamatan, estetika, maupun fungsi fasilitas publik yang ada di sekitar lokasi,” jelas Arief.

Lebih jauh, Arief menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan kawasan pedestrian ini adalah menciptakan ruang berjalan kaki yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Penataan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keamanan pengguna jalan, aksesibilitas, hingga keteraturan tata ruang perkotaan.

“Kami belum berani berkomentar banyak karena ini merupakan ranah Kementerian PUPR. Namun setahu kami tujuan utama penataan ini adalah menghadirkan jalur pejalan kaki yang nyaman, aman, dan dapat dinikmati seluruh masyarakat Kabupaten Pati,” ujarnya.

Tidak hanya mengedepankan aspek kenyamanan, proyek ini juga dirancang untuk memenuhi prinsip inklusivitas. Nantinya, fasilitas pedestrian akan dilengkapi sarana yang mendukung mobilitas penyandang disabilitas sehingga seluruh warga dapat mengakses ruang publik dengan lebih mudah dan setara.

Konsep pembangunan yang ramah disabilitas menjadi salah satu standar penting dalam penataan kawasan perkotaan modern. Kehadiran jalur pemandu, akses landai, hingga fasilitas pendukung lainnya diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi kelompok rentan yang selama ini sering menghadapi kendala saat menggunakan fasilitas publik.

“Selain itu, keberadaan pedestrian baru diyakini akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pengalaman di berbagai kota menunjukkan bahwa kawasan pedestrian yang tertata dengan baik mampu mendorong tumbuhnya sektor usaha mikro, perdagangan, kuliner, hingga jasa yang berada di sekitarnya,” imbuhnya.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung dan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut, roda perekonomian lokal berpotensi bergerak lebih dinamis. Para pelaku usaha yang berada di sepanjang Jalan Panglima Sudirman juga diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari meningkatnya kenyamanan dan daya tarik kawasan.

Dari sisi tata kota, proyek ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan wajah Kota Pati yang lebih modern, tertib, dan berkelanjutan. Penataan pedestrian tidak sekadar mempercantik tampilan fisik kota, tetapi juga mencerminkan perubahan paradigma pembangunan yang lebih berpihak kepada pejalan kaki dan kualitas ruang publik.

“Apabila seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal, masyarakat Pati akan segera menikmati kawasan pedestrian baru yang lebih representatif. Jalur pejalan kaki yang aman, ruang publik yang nyaman, lingkungan yang lebih tertata, serta akses yang ramah disabilitas diharapkan menjadi identitas baru pusat Kota Pati,” harapnya.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Jalan Panglima Sudirman diproyeksikan menjadi ikon baru Kabupaten Pati yang tidak hanya memperkuat citra kota, tetapi juga menghadirkan ruang publik modern yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat. (Adv)

 

 

 

(Red/Tg)