TUNJUKKAN CAPAIAN POSITIF , INDEKS EFEKTIVITAS PEMERINTAH INDONESIA NAIK 26 PERINGKAT

TUNJUKKAN CAPAIAN

Menunjukkan capaian positif, Indeks Efektivitas Pemerintah Indonesia naik menjadi 26 peringkat . Minggu ( 21 / 7 )

Solo , www.suarahukum-news.com – Pertumbuhan laju IEP ( Indeks Efektivitas Pemerintah ) Indonesia beberapa tahun terakhir telah menunjukkan eksistensinya di mata dunia , Hal itu merujuk atas dasar data yang dirilis oleh Bank Dunia beberapa waktu lalu, dalam catatan perjalanan menunjukkan bahwa pada tahun 2018 IEP Indonesia berhasil naik 26 peringkat apabila dibandingkan IEP tahun 2016. Bahkan 2018, IEP Indonesia menempati peringkat 95, sedangkan pada tahun 2016 IEP Indonesia menempati ranking diurutan nomor 121. ( 23 / 7 )

Dari sejumlah fakta tersebut di sampaikan langsung oleh Ketua Komisi ASN ( KASN ) Sofian Effendi saat menghadiri acara Gala Dinner Workshop Bagi Panitia Seleksi JPT dengan mengambil tema , ” Membangun Pemahaman dan Upaya Pencegahan Paham Intoleransi dan Radikalisme di Instansi Pemerintah”, di Loji Gandrung, Solo, pada hari Minggu ( 21 / 7 ) kemarin.

Pada acara tersebut Sofian Effendi mengatakan bahwa, kemajuan dalam peningkatan capaian laju pertumbuhan IEP Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan ;

” Sebenarnya kemajuan yang dicapai oleh Indonesia selama lima tahun masa jabatan pertama Bapak Jokowi cukup menggembirakan ,” tutur Sofian Effendi

Lebih lanjut Ketua Komisi ASN Sofian Effendi juga menambahkan, Indeks Efektivitas Pemerintah ini sudah diukur oleh Bank Dunia di 177 negara di seluruh dunia ;
” Dari data Bank Dunia, Negara Indonesia antara tahun 2014 sampai tahun 2019 mengalami peningkatan dengan kenaikan 26 tingkat. Peningkatan itu dicapai walaupun selama lima tahun terakhir tiga kali berganti Menteri PAN-RB , ” paparnya

Pihaknya ( Sofian Effendi ) juga menjelaskan, meski peringkat IEP Indonesia beberapa tahun terakhir semakin baik, namun skornya masih harus ditingkatkan. Karena capaian skor IEP saat ini baru sebesar 55. Mantan rektor Universitas Gadjah Mada itu mengatakan, dengan capaian skor tersebut, menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan penghasilan ekonomi menengah ke bawah ;

” Walaupun naik 26 peringkat skor yang kita peroleh belum mencapai 60, yaitu kira-kira 55 dari rentang skor 0 sampai 100. Kalau ini kita kaitkan dengan kemampuan untuk mendukung ekonomi, dengan skor 55 itu, Indonesia termasuk negara berpenghasilan kelas ekonomi menengah ke bawah, sekelas dengan Vietnam , ” jelasnya.

Padahal pada tahun 2020, Sofian Effendi menyebutkan bahwa presiden sudah mencanangkan Indonesia masuk sebagai negara upper middle income atau negara dengan pendapatan menengah tinggi sekelas dengan Malaysia, Thailand, dan China.

Upaya meningkatkan skor IEP Indonesia selaras dengan keinginan pemerintah untuk mendorong Indonesia negara dengan pendapatan menengah tinggi, sekelas dengan Malaysia, Thailand, dan China.

” Indonesia harus meningkatkan efektivitas pemerintah 25 tingkat dari rangking saat ini. Kita harus bekerja keras supaya kita bisa menjadi negara yang mempunyai Aparatur Negara yang siap untuk mendukung Indonesia sebagai negara dengan pendapatan menengah ke atas , ” lanjutnya.

Sofian menambahkan, untuk menambah skor IEP Indonesia, terdapat beberapa hal yang mesti ditempuh. Di antaranya adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mencegah praktik jual beli jabatan.

” Pemerintah harus meningkatkan pelayanan publik karena skor pelayanan publik kita kira-kira 62 dari rentang skor 0 sampai 100. Kalau kita bisa naikkan setidaknya 10, itu bisa berdampak pada efektivitas pemerintah kita. Selain itu untuk mengurangi jual beli jabatan, upaya yang kita lakukan adalah meningkatkan pelaksanaan sistem merit dalam seleksi pejabat pejabat pimpinan tinggi ,” tambahnya.

Senada dengan Sofian, Sekretaris Daerah Sri Puryono yang turut hadir pada Gala Dinner tersebut, mengapresiasi prestasi yang ditorehkan Indonesia melalui IEP. Menurutnya, capaian positif tersebut merupakan hasil kerja keras segenap ASN dan pihak terkait lain yang pada akhirnya berbuah manis.

” Meski demikian, para ASN jangan cepat berpuas diri , melainkan terus berusaha untuk meningkatkan prestasi itu pada masa mendatang. Indeks efektivitas kita naik karena kerja keras kita bersama. Lima tahun kerja Bapak Jokowi itu hebat dan periode kedua ini akan lebih hebat lagi ,” pungkasnya

( Red / Hjt )

Author: suarahukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.