132 MAHASISWA DARI UNNES SUGUHKAN PESONA TARI RAMPAK , DALAM ACARA PERINGATAN HARI BHAKTI ADHYAKSA KE-59

132 Mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang suguhkan pesona tari rampak di acara peringatan hari Bhakti Adhyaksa ke-59 di lapangan Pancasila, Semarang. Senin ( 22 / 7 )

Semarang , www.suarahukum-news.com – Bertempat di lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang pada hari ini Senin ( 22 / 7 ) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menghadiri serangkaian acara kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 tingkat Provinsi Jawa Tengah . Pada kesempatan itu, sedikitnya kurang lebih 132 Mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang ( Unnes ) turut meramaikan acara dengan memberikan pertunjukan tari kolosal lengkap dengan kostum tarian dengan warna dominan merah dan hitam . ( 23/ 7 )

Acara yang di hadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekda Jawa Tengah Sri Puryono, Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Selain itu Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Yunan Harjaka, Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, dan Pangdam IV Diponegoro Mayjend TNI Mochamad Effendi.

Pada kesempatan itu , Usrek Tani Utina selaku ketua tari kolosal, siang itu mengatakan bahwa , tari rampak ciptaan Untung Mulyono merupakan tari yang menggambarkan kebersamaan anak-anak dalam bermain. Mereka bermain tanpa memilih siapa teman bermain maupun latar belakangnya ;

” Dalam dunia anak-anak ini penuh dengan kebersamaan. Jadi mereka tidak akan melihat siapa temannya, latar belakangnya apa. Ada pesan persatuan di sana ,” tuturnya.

Lebih lanjut, Usrek Tani Utiana juga mengatakan bahwa, tari rampak ini di bawakan oleh 132 mahasiswa. Dan mereka berlatih hanya selama empat hari. Warna dominan kostum yang dikenakan adalah warna merah dan hitam yang melambangkan keberanian ;

” Semua aksesoris yang dikenakan memiliki makna. Kostum merah harapannya bisa menginspirasi bahwa merah lambang keberanian. Aksesoris penutup dada melambangkan suatu rencana harus dipertimbangkan dengan matang. Sedangkan penutup di bawah berarti manusia harus punya malu, serta gelang kaki artinya ksatria , ” jelasnya

Tarian yang ditampilkan dengan durasi selama delapan menit itu berhasil disuguhkan dengan apik. Sehingga, mendapatkan apresiasi dari seluruh penonton.Selain tarian kolosal, hiburan juga diisi dengan marching band dari Drum Corp Cendrawasih Akpol Semarang dan dari PIP. Para taruna tampil memukau dengan membawakan kurang lebih delapan lagu. Antara lain, Gambang Semarang, It’s me dan My Lecon.

( Red / Hjt )

Author: suarahukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.