SURAJI WARGA PATI KORBAN SELAMAT PASCA TRAGEDI TSUNAMI LAMPUNG

Suraji ( 50 tahun ) warga desa Tegalombo Rt 02 / 01 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati saat wawancara dengan wartawan www.suarahukum-news.com pada hari Selasa ( 1/ 1 ) di kediamannya . Beliau adalah salah satu korban selamat pasca tragedi tsunami di pesisir Lampung .

 

Pati , www.suarahukum-news.com – Tragedi bencana tsunami di pesisir selat Sunda yang terjadi pada hari Sabtu ( 22 / 12 ) sekitar pukul 21 . 17 Wib akibat aktivitas anak gunung Krakatau , berdampak juga di kawasan Lampung Selatan , Kota Bandar Lampung dan pesisir Tanggamus . Hal itu tentu menyisakan luka yang mendalam tak hanya harta benda yang menjadi terjangan tsunami malam itu namun juga banyak korban jiwa yang tak terhindarkan . Salah satu korban selamat tsunami adalah laki – laki paruh baya bernama Suraji ( 50 tahun ) asli warga desa Tegalombo Rt 02 / 01 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati , tak henti-hentinya beliau mengungkapkan puji syukur atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa karena telah selamat dari tragedi amukan gelombang tsunami yang terjadi di pesisir wilayah Kalianda , Lampung . ( 2 / 1 )

Suraji ( 50 tahun ) asli warga desa Tegalombo Rt 02 / 01 Kecamatan Dukuhseti tersebut sebelumnya memliki usaha budidaya dan pembibitan udang panami yang berada desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa yang berada di kawasan pesisir Kalianda Lampung , dengan jarak tempat usaha dari bibir pantai sekitar 40 meter yang ia rintis lebih kurang dalam kurun waktu 20 tahun terakhir , dan sudah barang tentu hari harinya di habiskan untuk mengurusi tempat usaha yang ia kelola tersebut .

Dalam kesempatan wawancara dengan awak media www.suarahukum-news.com pada hari Selasa ( 1 / 1 ) di kediamannya yang berada di Desa Tegalombo Rt 02 / 01 sekitar pukul 16 . 55 Wib , Suraji ( 50 tahun ) pasca korban tsunami Lampung yang selamat dan dapat kembali ke kampung halaman di Pati pada hari Jumat ( 28 / 12  ) . Dirinya mengatakan telah memiliki rasa trauma yang mendalam ;

” Saat itu sekitar pukul 21 . 10 Wib saya berada di kolam pembibitan udang panami yang tak jauh jaraknya dari bibir pantai sekitar 40 meter dari tempat usaha saya , kejadian sangat tiba – tiba dan seketika , tak ada tanda-tanda sebelumnya sehingga kami yang berada di kawasan desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Lampung pesisir Kalianda tersebut beraktifitas seperti biasanya ” tuturnya

Sambil menceritakan kisah pilunya ,Suraji juga menceritakan detik detik tragedi tsunami yang terjadi hingga akhirnya  dirinya melarikan diri  ke puncak pegunungan dataran tinggi Rajabasa ;

” Tak ada tanda-tanda atau peringatan dari BMKG sebelumnya akan adanya tsunami di wilayah kami , lalu malam itu seketika terdengar suara gemuruh dari arah laut yaitu pada gelombang pertama setinggi lebih kurang 5 meter . Saat kejadian pertama saya langsung lari sekuat kuatnya meninggalkan lokasi hingga berkilometer Jauh nya , tak ada yang terpikirkan saat itu selain lari menyelamatkan diri ke arah perbukitan yang tinggi daerah pegunungan di wilayah Rajabasa ” ungkapnya

” Gelombang tsunami terjadi dua kali pertama setinggi lebih kurang 5 meter , pada amukan gelombang tsunami pertama masih  banyak yang masih bisa menyelamatkan diri .  bagi yang langsung pergi meninggalkan lokasi dan lari ke dataran tinggi namun gelombang tsunami susulan yang ke dua setinggi 10 meter dengan jarak waktu lebih kurang 2 menit dari gelombang pertama itu banyak yang tidak mampu menyelamatkan diri , karena gelombang sangat sangat besar dan tinggi sekali  ” jelasnya

” Setelah tiga hari menyelamatkan diri di wilayah perbukitan yang tinggi baru ada informasi keadaan sudah aman dan tidak ada tanda tanda tsunami susulan maka kami semua yang berada di bukit itu mulai turun , sesampai nya di lokasi desa kami itu terlihat sudah rata dengan tanah tak ada yang tersisa , tempat usaha dan rumah semua hancur , saat itu saya mencoba mencari kendaraan mobil saya dan ketemu bergeser lebih kurang 1 Km dari tempat awal yang tersangkut di pohon antara selokan dan bahu jalan , cuma kendaraan itu yang dapat kami temukan mas , setelah itu kami bawa ke bengkel dan selanjutnya kami memilih pulang ke Pati untuk berkumpul dengan keluarga , untuk kerugian materi saya dua kotak tambak , kalu nominal rupiah ya sekitar 360 jutaan ” pungkasnya  sambil menunjukkan sisa keganasan tsunami saat itu yaitu satu unit mobil Avanza yang kondisi fisik nya sudah banyak yang ringsek namun masih dapat di kemudikan dengan baik .

( Red / Tg )

COMMENTS