Diduga Minimnya Pengawasan,Revitalisasi Pasar Rakyat Wedarijaksa Terkesan Asal Jadi

 

( dok. foto di ambil pada hari Minggu, 22/12/19 ) Di beberapa titik lokasi terdapat ganjalan seperti botol air mineral , pecahan keramik dan batu bata bekas .

Pati, www.suarahukum-news.com – Revitalisasi Pasar Rakyat Desa Wedarijaksa Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati yang tahap pelaksanaannya baru rampung dikerjakan oleh pihak pelaksana / pemenang lelang pada beberapa waktu lalu, namun dari selesai nya pekerjaan tersebut justru terdapat sebuah kejanggalan pada tahap perencanaan maupun pada tahap pelaksana pekerjaan proyek yang biayanya menelan anggaran milyaran rupiah tersebut , hal itu terlihat dengan adanya kondisi fisik dari  pemasangan lantai keramik saat ini   sudah pada retak / lepas , bahkan terdapat pula beberapa tiang besi yang seharusnya dapat berdiri dengan tegak dan kokoh namun di pasang terkesan asal tempel saja. selain itu juga terdapat seperti pecahan keramik maupun bekas botol minuman plastik yang di duga sengaja di pasang untuk mengurangi spek material pada proses pembangunan tersebut, hal itu sesuai dengan hasil dokumentasi video dan foto yang ambil oleh wartawan Suarahukum-News pada hari Minggu tanggal 22 Desember tahun 2019 kemarin. ( 24/12 )

Tak hanya itu, beberapa selokan yang seharusnya rampung dikerjakan sesuai dengan masa kerja, namun hingga saat ini masih terlihat terbengkalai dan belum seluruhnya terselesaikan dengan baik ,tak hanya itu salah satu titik tiang pemisah / pembatas / dinding los yang seharusnya memakai besi slup , namun juga hanya terlihat seperti asal tegak saja tanpa mempertimbangkan keamanan dan kualitas bangunan di masa mendatang .

Saluran air yang berada di beberapa tempat lokasi juga belum terselesaikan dengan maksimal ( dok.foto di ambil pada hari Minggu tanggal 22 Desember 2019 )

Di ketahui bahwa, Untuk Revitalisasi Pasar Rakyat Wedarijaksa di menangkan oleh pihak pemenang lelang atas nama PT. Bintang Rama Perdana, Konsultan Pengawas CV Adya Polan, Satuan Kerja dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati , untuk biaya sendiri telah menelan anggaran lebih kurang sebesar, Rp 3, 297 Milyar, sebuah angka yang cukup fantastis dalam proyek yang dikerjakan tersebut ,hal itu di maksud kan agar kedepan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan roda perekonomian bagi masyarakat setempat maupun sekitarnya.

Salah seorang narasumber yang berinisial AW ( 40 ) dari warga setempat ( Desa Wedarijaksa ) yang kebetulan juga sebagai salah satu tokoh pemuda dan tokoh masyarakat di desa tersebut , kepada awak media di lapangan pada hari Minggu ( 22/12 ) pihaknya mengatakan bahwa ;

” Untuk pelaksanaan nya cukup tertutup mas , jadi kami sebagai wong cilik ( masyarakat biasa ) mana mungkin bisa masuk dan melihat dari jarak dekat , selain itu pekerjaanya sering dikerjakan pada malam hari , kami ini ya melihat beberapa barang material saja , seperti pasir, bata dan lainnya, kalau pasirnya sih menurut saya kurang layak mas ,karena seperti abu berwarna putih, tidak seperti pasir sungai pada umumnya, ” ujarnya polos

Pecahan keramik di gunakan sebagai penambah pasangan spasi .

Lebih lanjut AW juga mengatakan bahwa, ” Ya seperti itu mas kondisi fisik nya, saya masyarakat awam kurang paham bangunan, belum di serah terimakan saja keramik nya sudah banyak yang lepas, selokan air juga belum selesai secara keseluruhan, apalagi meja lapak pedagang yang terbuat dari cor beton kondisi pasangan keramik nya seperti ini banyak yang copot dan jalur pembuangan air juga banyak yang belum terpasang , ” tambahnya

Terpisah, Menanggapi kondisi fisik tentang revitalisasi pasar rakyat Wedarijaksa yang diduga kurang sesuai dengan spesifikasi pelaksanaan proyek , Ketua Badan Pengurus  Sekber IPJT (Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah ) Kabupaten Pati Tugiyono angkat bicara dan pihaknya bersama dengan beberapa komunitas dan organisasi kemasyarakatan  lainnya serta masyarakat yang tergabung dalam gerakan masyarakat penggiat anti korupsi di Kabupaten Pati akan melayangkan surat klarifikasi atas sistem pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pati, selaku Satker dari proyek yang di duga dikerjakan asal jadi oleh pihak pelaksana / pemenang lelang ;

Pembuatan selokan / saluran air yang belum secara maksimal dikerjakan oleh pihak pelaksana hingga masa akhir tahun pelaksanaan .

” Saya bersama aktivis lainnya serta dari dari beberapa ketua LSM akan menggelar audensi terkait pelaksanaan proyek revitalisasi pasar rakyat di Wedarijaksa yang di duga kuat terindkasi akan adanya pengurangan spek material, hal itu terlihat dari kondisi fisik saat ini, terlihat bahwa di beberapa titik lokasi pasangan keramik sudah pada lepas, selokan air juga tidak sepenuhnya terselesaikan, serta beberapa tiang dan meja lapak yang nantinya bakal di gunakan untuk menggantungkan dagangan juga terpasang seperti asal jadi, ” ujarnya ketika di temui awak media pada hari ini ( Senin, 23 / 12 ) sekitar pukul 13.23 Wib di Kantor Skretariat Sekber IPJT Kabupaten Pati  Jl. Tidar No 1 Komplek Perumahan Cluster Desa Puri Kecamatan Puri Kabupaten Pati.

Lebih lanjut Ketua Sekber IPJT Kabupaten Pati siang itu juga menambahkan bahwa ;

” Seusai dengan data yang di miliki oleh anggota di lapangan yaitu berdasarkan dokumentasi rekaman video dan foto yang di ambil sejak pekerjaan mulai dari 20 % – 80 % sudah kami kantongi semua, titik mana yang bakal kami laporkan kepada pihak berwenang sudah kami susun, tinggal saja menambahkan materi yang ada, sebelum proyek tersebut di serah terimakan , ” pungkasnya

( Red / Tg )

COMMENTS