Keluhkan Penyemprotan Foging, Satu Keluarga di Kudus Terserang DBD

Daerah2327 Dilihat

Kudus, www.suarahukum-news.com-Satu keluarga terkena penyakit DBD setelah sempat meminta kepada pemerintah desa setempat untuk melakukan penyemprotan foging dilingkunganya namun diduga diabaikan oleh perangkat desa setempat.(06/04).

Dilansir dari kanal muria.tribunnews.com, Noor Aziz (47) dan seluruh keluarganya, warga Desa Gondosari RT 3/RW 2, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus terkena (Demam Berdarah Dengue). 

Ia menjelaskan, demam berdarah awalnya menjangkiti istrinya Nafidotul Annisa (37) dan anaknya berusia tiga bulan yakni Ginong Pratisehsesami pada 15 Maret 2022.

“Pengnyakit ini kami ketahui setelah istri cek di laboratorium ternyata hasilnya positif DB, gejalanya sama dengan anak saya yang paling kecil,” ujar dia.

Tak mau anggota keluarga yang lain juga terjankit penyakit yang sama, Setelah itu pihaknya menghubungi perangkat desa agar dapat segera melakukan foging mencegah penularan.

“Saya kabari ke desa sejak tanggal 17 maret untuk foging, tapi alasannya bukan kewenangannya,” ucapnya.

Dia menilai pemerintah desa yang tidak peka menanggapi keluhannya tersebut.

Seminggu kemudian, sekitar tanggal 24 Maret 2022 ‎anaknya ke dua Nuril Azkya (4) mengalami demam hingga masuk ke Instalasi Gawat Darutat (IGD).

“Anak kedua sampai shock, muntah darah. Sampai dirawat di ICU selama empat hari,” jelasnya.

Karena tidak ada respons dari pihak desa untuk melakukan foging tersebut, korban bertambah lagi.

Anak pertamanya, Sholahudin Ahmad Adly (13) mengalami demam‎ dan dilarikan ke RS Mardi Rahayu Kudus pada Senin (4/4/2022) kemarin.

“Sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit,” ujar dia.

Dia menyayangkan lambannya pemerintah desa yang sudah menerima laporan warganya terkena DB.

Pasalnya, nyamuk demam berdarah itu juga dikhawatirkan merebak di lingkungan wilayah sekitar.

“Ini soal kemanusiaan, seharusnya bisa lebih peka ketika ada laporan.”

“Malah bilangnya nggak mau ngurusi tetangga, karena perangkat yang saya lapori rumahnya dekat,” ujarnya.

Dia mendapatkan informasi ada rencana untuk foging pada hari Rabu besok, namun dinilai sudah terlambat.

Adanya foging itu juga dilakukan setelah pihaknya melakukan protes keras terhadap pihak desa.

“Keluarga saya sudah kena DB semua, yang belum cuma saya. Kalau difoging besok ya percuma,” jelasnya.

Kades membantah. 

Kepala Desa Gondosari, Alia Himawati membantah lamban dalam menangani kasus DB di wilayahnya.

Menurutnya, sejak kejadian itu sudah melaporkan ke bidan desa, dilanjutkan ke Puskesmas untuk diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.

“Kami tidak punya kewenangan untuk foging, itu kewenangannya DKK. Dan kami sudah laporkan kejadian itu,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya juga sudah mengajak warganya untuk menerapkan gerakan 3M untuk mencegah demam berdarah.

Termasuk membagikan abate gratis kepada warganya untuk membunuh jentik nyamuk pada air tergenang.

“Kami sudah memberikan sosialisasi kepada warga untuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan membagikan abate,” jelas dia. (*)

 

 

 

(Red/Sh)