MTs. Tarbiyatul Banin Winong Sosialisasikan Program Kerja Tahun 2026–2027, Perkuat Pendidikan Akademik dan Karakter Keislaman

Daerah7 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Banin Winong menggelar pertemuan bersama seluruh wali murid kelas VII, VIII, dan IX dalam rangka sosialisasi program kerja Tahun Ajaran 2026–2027. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut dihadiri oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, kepala madrasah, serta para wali murid. (01/08)

Pertemuan ini menjadi sarana untuk mempererat sinergi antara pihak madrasah dengan orang tua dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin Winong, H. Yusuf Hasyim, S.Ag., M.S.I., menjelaskan bahwa berbagai program yang telah dirancang merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mencetak peserta didik yang berilmu, berakhlakul karimah, serta memiliki bekal kehidupan yang bermanfaat di tengah masyarakat.

“Melalui sosialisasi ini kami ingin menyamakan persepsi dengan para wali murid agar seluruh program madrasah dapat berjalan dengan baik melalui dukungan dan kerja sama semua pihak. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua,” ujar H. Yusuf Hasyim.

Sosialisasi Wali murid kelas VII, VIII, dan IX dalam rangka sosialisasi program kerja Tahun Ajaran 2026–2027. Dok.red.

Ia menjelaskan, MTs Tarbiyatul Banin Winong terus mempertahankan berbagai tradisi keagamaan yang telah menjadi budaya madrasah. Para guru secara rutin melaksanakan pembacaan Shalawat Nariyah sebanyak 4.440 kali setiap satu bulan sekali (selapanan). Selain itu, setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, para guru membiasakan membaca Shalawat Nabi sebanyak 100 kali dan Shalawat Jibril sebanyak 40 kali.

Tidak hanya itu, lanjut H. Yusuf Hasyim, setiap Senin pagi seluruh warga madrasah melaksanakan Salat Duha berjamaah di masjid. Sementara setiap Jumat diisi dengan pembacaan Berjanjen, dan khusus pada Jumat Wage dilaksanakan kegiatan ziarah ke makam Wali Khurriyah di Desa Pekalongan sebelum proses pembelajaran dimulai.

“Pembiasaan ibadah tersebut diharapkan mampu membentuk lingkungan pendidikan yang religius sekaligus menjadi teladan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Selain penguatan pendidikan karakter, Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Banin juga memberikan perhatian terhadap pembelajaran berbasis praktik. Khusus bagi siswa kelas IX, selain mengikuti pembelajaran akademik dan persiapan menghadapi berbagai bentuk evaluasi, mereka juga akan mendapatkan praktik penyelenggaraan fardu kifayah, termasuk tata cara memandikan dan mengkafani jenazah sebagai bekal kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatannya, Kepala Sekolah Mts. Tarbiyatul Banin juga mengatakan bahwa selain penguatan pendidikan akademik dan pembiasaan ibadah, MTs Tarbiyatul Banin Winong juga memberikan perhatian terhadap pembelajaran amaliah keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Para peserta didik dibimbing untuk menghafal bacaan Surat Yasin dan Tahlil sebagai bagian dari bekal keilmuan keagamaan yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan bahwa pembelajaran tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi pendidikan Islam yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek teori, tetapi juga praktik yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kami ingin para siswa tidak hanya berhasil dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki bekal ilmu agama yang dapat diterapkan ketika mereka hidup bermasyarakat. Kemampuan menghafal Yasin dan Tahlil diharapkan menjadi bekal sehingga mereka dapat berperan aktif dalam kegiatan keagamaan, membantu masyarakat saat tahlilan, doa bersama, maupun berbagai kegiatan sosial-keagamaan lainnya,” ujar H. Yusuf Hasyim.

Menurutnya, lulusan MTs Tarbiyatul Banin Winong diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, memiliki kepedulian sosial, serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat dengan ilmu yang dimiliki. Pembiasaan amaliah keagamaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam melestarikan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini menjadi nilai dasar pendidikan di lingkungan madrasah.

Pembelajaran tersebut, merupakan bagian dari pendidikan keagamaan yang aplikatif agar para lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kecakapan sosial dan keagamaan yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Sementara itu, salah seorang perwakilan wali murid yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap program-program yang disampaikan pihak madrasah.

“Kami merasa senang karena pihak madrasah terbuka menyampaikan seluruh program pendidikan kepada orang tua. Program yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter dan pembiasaan ibadah menjadi nilai lebih bagi MTs Tarbiyatul Banin Winong. Kami berharap kerja sama antara sekolah dan wali murid terus terjalin demi perkembangan putra-putri kami,” ungkapnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara madrasah dan wali murid sehingga seluruh program pendidikan Tahun Ajaran 2026–2027 dapat terlaksana secara optimal demi mewujudkan lulusan yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki pemahaman keagamaan yang kuat.

 

 

(Red/Tg)