Penggantian Jembatan Blaru–Dadirejo Dikebut, Progres Capai 30 Persen,  Targetkan Rampung Akhir November 

Daerah1 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Pembangunan infrastruktur penghubung antardesa di Kabupaten Pati terus mendapat perhatian. Salah satunya melalui pekerjaan penggantian Jembatan Blaru–Dadirejo yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus jalur penghubung antarwilayah. (13/09)

Proyek penggantian jembatan tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp1,6 miliar, dengan konstruksi jembatan memiliki panjang kurang lebih 15 meter dan lebar 6 meter.

Hingga saat ini, pelaksanaan pekerjaan telah menunjukkan progres sekitar 30 persen. Pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir November 2026, sehingga masyarakat diharapkan segera dapat kembali menikmati akses penghubung yang lebih aman dan memadai.

“Progres saat ini kurang lebih 30 persen. Targetnya akhir November sudah selesai, Mas,” ujar Kepala DPUTR Pati melalui Kepala Bidang Binamarga dan Jembatan Hasto Utomo saat dikonfirmasi Media ini terkait perkembangan pekerjaan tersebut, Sabtu (12/09)

Keberadaan Jembatan Blaru–Dadirejo memiliki arti strategis bagi masyarakat. Selain menjadi sarana transportasi yang menghubungkan wilayah Desa Blaru dengan Desa Dadirejo, akses tersebut juga memiliki fungsi lebih luas sebagai salah satu jalur penghubung antara Kecamatan Pati dan Kecamatan Margorejo.

Tak mengherankan apabila pembangunan jembatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga cukup antusias melihat proses pembangunan karena keberadaan jembatan dinilai akan memberikan kemudahan mobilitas, baik untuk aktivitas sehari-hari, kegiatan ekonomi, maupun akses masyarakat menuju wilayah sekitarnya.

Dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut nantinya, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin baik dan waktu tempuh masyarakat dapat menjadi lebih efisien.

“Infrastruktur ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kelancaran distribusi barang dan aktivitas perekonomian masyarakat di kawasan Blaru, Dadirejo dan sekitarnya,” ungkapnya.

Pembangunan infrastruktur bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka akses dan memperkuat konektivitas masyarakat.

“Karena itu, penyelesaian pekerjaan sesuai target waktu serta dengan memperhatikan kualitas konstruksi menjadi harapan bersama, agar manfaat jembatan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.

 

(Red/Tg)