Sosok Mbah Tono Yang Tidak Memiliki KTP, Mendapat Perhatian Khusus Dari Pemda Pati

Pati, www.suarahukum-news.com – Masa pandemi Covid-19 ( Corona Virus ) cukup memberikan dampak yang luar biasa di berbagai kalangan masyarakat, khususnya bagi mereka kaum bawah ( rakyat jelata ). Hal itu membuat Pemerintah Pusat, Daerah dan tingkat Kabupaten harus bekerja secara ekstra untuk menyisir dan mendata ulang warganya yang terkena dampak covid-19, selain harus mendata ulang bagi mereka para penerima bantuan sosial lainnya. Seperti yang terjadi di Desa Sambiroto Kecamatan Tayu Kabupaten Pati ini, terdapat salah satu warga yang tinggal di gubug dengan kondisi cukup memprihatinkan. Dengan situasi demikian sempat diunggah media sosial dan menjadi bahan perbincangan oleh warga nitizen . ( 25/ 05 )

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Pati melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 langsung bergerak dengan cepat dan menelusuri sumber berita pengaduan masyarakat melalui medsos tersebut, serta menemukan fakta bahwa mbah Tono ( 80 ) yang tinggal di gubug turut Desa Sambiroto Kecamatan Tayu Kabupaten Pati ini ternyata adalah warga asal Mlonggo, Kabupaten Jepara dan belum memiliki KTP maupun KK yang tercatat sebagai warga Kabupaten Pati.

Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Pati melalui gugus tugas juga telah membantu untuk meringankan beban kehidupan mbah Tono dengan mengirimkan beberapa paket bantuan berupa sembako serta kebutuhan lainnya, tak hanya itu Pemerintah Kabupaten Pati juga akan berusaha agar mbah Tono segera memiliki identitas  ( KTP / KK ) supaya bisa menerima program sosial maupun bantuan lainnya, baik dari Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat.Karena untuk menerima program dari pemerintah salah satu syarat mutlak adalah harus memiliki identitas KTP / KK yang tinggal sebagai warga setempat.

Bupati Pati Haryanto melalui perwakilan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, Sugiyono pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa ;

” Pengaduan yang muncul di medsos tersebut dengan caption adanya pembiaran dari pemerintah kabupaten Pati terhadap warganya yang bernama mbah Tono ini adalah tidak benar, karena masyarakat sekitar juga bergantian memberikan makanan, bahkan bila yang bersangkutan sedang sakit  secara suka rela telah bergotong – royong  untuk membawanya ke Puskesmas bersama Kepala Desa Sambiroto “, terang Sugiono saat memberikan bantuan sembako dan lainnya yang juga turut di hadiri oleh Wakil Bupati Saiful Arifin beberapa waktu lalu.

Sementara itu, mbah Tono pada kesempatan itu juga mengatakan bahwa dirinya merupakan salah satu warga asal  Mlonggo, Jepara. Dirinya juga menyampaikan bahwa ia sudah mulai tinggal di Kecamatan Tayu sejak tahun 1957, dulunya waktu ia masih muda bekerja sebagai sopir ;

” Disini saya tidak punya saudara, dengan kondisi saya  yang seperti ini, untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, saya dapat bantuan dari warga sekitar dan Pemerintah Desa Sambiroto Kecamatan Tayu ini “, ujar mbah Tono siang itu

Sementara itu pada kesempatan tersebut , Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang juga turun langsung bersama tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 saat memberikan bantuan paket sembako dan lainnya juga menyampaikan bahwa ;

” Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga keadaan kembali pulih, dan semoga warga yang belum terdata sebagai penerima bantuan sosial supaya dari tingkat desa segera mendata ulang , agar bantuan yang di kucurkan oleh pemerintah melalui beberapa jenis program benar-benar tepat sasaran, sehingga hal serupa tidak terulang lagi, serta agar penyaluran bantuan dari pemerintah lebih tepat sasaran “, tandasnya

 

( Red / Tg )

Author: suarahukum