Pati, www.suarahukum-news.com | Komisi D DPRD Kabupaten Pati terima audiensi dari Forum Komunikasi Tenaga Honorer Kategori 2 Tendik (FKTH-K2 TENDIK) Kabupaten Pati terkait dengan penghapusan tenaga honorer DPRD Kabupaten Pati. Senin (04/07) pagi ini.
Ketua Forum Komunukasi Tenaga Honorer Kategori 2 Tendik (FKTH-K2 Tendik) Kabupaten Pati, Setiawan Dwi Nugroho, mengatakan bahwa tujuan mereka kesini ini, ingin meminta terkait terkait dengan kaumnya. Pasalnya, Tenaga honorer Kategori 2 di bidang pendidikan Kabupaten Pati ini, tidak masuk dalam formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2022. Apalagi ditambah dengan adanya kabar bahwa pada November 2023 mendatang, tenaga honorer akan dihapuskan.
“Teman-teman tenaga pendidikan yang masuk K2 ini, ingin meminta terkait surat dari Menpan terkait penghapusan tenaga honorer pada November tahun 2023 mendatang. Selain itu, kami juga meminta agar tenaga pendidikan K2, yang menduduki puncak administrasi SMPN ini, dalam formasi CPNS atau PPPK. Karena, selama ini K2 belum terakomodir dalam formasi PPPK, maupun CPNS,” ujarnya.
Sementara itu Kabid Formasi dan Jabatan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pati Aziz Muslim mengatakan, jika sudah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo agar K2 ini dimasukkan dalam formasi PPPK.
“Tim BKPP sudah berupaya dengan mengirimkan surat kepada Presiden agar bisa dimasukkan PPPK di tahun mendatang. Untuk (saat ini) Kepres-nya belum ada, tenaga administrasi belum masuk PPPK,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Wisnu Wijayanto menyampaikan jika saat ini sesuai dengan aturan kami mengikuti surat edaran untuk tidak menerima tambahan tenaga honorer lagi. Dan terkait dengan K2 agar masuk ke formasi PPPK ini, kami belum tahu. Karena dari BKPP juga sudah berusaha dengan mengirimkan surat ke Presiden namun belum ada jawaban.
“Dan menurut tafsiran kami, sebelum nanti di tahun 2023 itu benar-benar dilakukan penghapusan tenaga honorer, pasti akan ada penyelesaian dulu di tahun ini. Pasti kita juga masih menunggu nanti bagaimana arah dari Kemenpan,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Muntammah, juga menambahkan agar teman-teman K2 ini selalu berikhtiar dan berdoa agar nanti ada jalan keluar dari permasalahan ini.
“Kami mengapresiasi perjuangan dari teman-teman Tendik ini, yang sudah mengajar selama bertahun-tahun. Dan semoga dengan berikhtiar dan berdoa nanti diberikan jalan keluarnya.” tandasnya diakhir acara rapat audiensi.(*)
(Red/Sh)











