GELAR DIALOG KEBANGSAAN , DUA NARASUMBER SALING SINDIR SAAT MEMULAI PAPARAN

Dialog gayeng yang dilakukan oleh dua narasumber yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji , Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan sapaan Gus Miftah yang saling sindir di saat memulai paparan, yang berlangsung di Graha IAIN Surakarta. Jumat ( 11 / 10 )

Surakarta , www.suarahukum-news.com. – Sarasehan dan Dialog Kebangsaan Milenial yang berlangsung gayeng dengan mengambil tema ” Generasi Milenial Siap Merawat dan Menjaga NKRI ” di Graha IAIN Surakarta, pada hari Jumat (11/10 ) siang yang diikuti oleh para mahasiswa se-Solo Raya . ( 12 / 10 )

Dialog Kebangsaan Milenial yang berlangsung sangat gayeng tersebut lantaran ada dua pembicara, yaitu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah yang saling sindir di saat memulai paparan.

” Gus Miftah ki ngisi pengajian kemana-mana, opo bisyarohe kurang, ora tau cukur rambut ,” kata Ganjar disambut tawa Gus Miftah.

Gus Miftah pun tak mau kalah. Ia membalas sindiran Ganjar dan menyebut jika orang nomor satu di Jateng itu telah meninggalkan dunia hitam ;

” Pak Ganjar itu sudah meninggalkan dunia hitam, sehingga rambutnya sekarang menjadi putih , ” kata Gus Miftah yang juga disambut tawa oleh Ganjar

Dialog kebangsaan yang di mimoderatori oleh Rektor Walisongo Imam Taufiq dan diawali dengan sambutan serta ucapan selamat datang Rektor IAIN Surakarta Mudofir ;

” Kehadiran Pak Ganjar ini sebagai bagian dari negara harus hadir di perguruan tinggi untuk memberikan pencerahan ,” kata Mudofir

Dalam paparannya Ganjar Pranowo menyampaikan jika Islam itu pada dasarnya membawa rahmatan lil alamin. Islam juga membawa cinta dan kasih sayang seperti tanaman kering dan sering disiram agar tumbuh subur ;

” Saya mengajak kaum milenial ini menggunakan sosial media untuk menyampaikan kebenaran dan kebaikan. Di atas politik ada kemanusiaan. Kita harus bersama-sama menjaga Indonesia ,” tandas Ganjar

Sementara itu Gus Miftah pada kesempatan tersebut dirinya juga menegaskan bahwa , berulang kali nasionalisme diuji dengan gerakan radikalisme yang menganggap nasionalime itu tidak ada dalam agama. Dengan tegas, Gus Miftah jika ada yang mengatakan itu, berarti belum pernah ngaji ;

” Orang yang seperti itu adalah salah tafsir terhadap agama itu karena salah memilih guru. Ilmu tanpa guru ya gurune setan, salah milih guru ya gurune setan. Yang muncul kemudian fitnah ,” kata Gus Miftah

Selain itu Gus Miftah yang viral dengan dakwahnya di cafe dan tempat prostitusi juga mengajak para milenial untuk mencintai agama dengan hati, dengan nilai-nilai pancasila ;

” Pancasila melemah itu karena sekarang di SMP, SMA tidak ada lagi Penataran P4. Kendalikan sosmedmu, karena, tanganmu, jarimu akan dipertanggungjawabkan kelak dihadapan Allah Swt , ” pungkasnya

Di akhir acara, Gus Miftah dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak para mahasiswa berikrar untuk menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI .

( Red / Hjt )

Author: suarahukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.