Direktur Institut IKAPII Fauka Noor Farid  Angkat Suara Terkait Polemik BPI Danantara 

Daerah1425 Dilihat

Magelang, www.suarahukum-news.com | Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII), Fauka Noor Farid angkat suara terkait polemik Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) bakal diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/2/2025).

Fauka menilai, dengan didirikannya BPI Danantara bertujuan mengelola dividen BUMN dan dana negara agar dapat berkembang melalui berbagai instrumen investasi. Tak hanya itu, BPI Danantara juga bertujuan untuk menyelamatkan BUMN dari potensi kerugian akibat kebocoran anggaran, yang membuat BUMN tak bisa berkembang dan terkesan jalan di tempat.

“BPI Danantara juga bertujuan untuk menyelamatkan BUMN dari potensi kerugian akibat kebocoran anggaran, yang membuat BUMN tak bisa berkembang dan terkesan jalan di tempat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Fauka juga mengatakan kalau hal ini (BPI Danantara) semua dilakukan Pak Prabowo agar BUMN tidak selalu mengalami kerugian, karena selama ini BUMN rugi akibat ada kebocoran. Seharusnya BUMN kita itu bisa berkembang seperti Cina, Singapura yang BUMN-nya bisa go internasional, karena peluang BUMN kita ini sangat besar.

Di mata Fauka Noor Farid, kehadiran BPI Danantara ini untuk memperjelas uang masuk dan uang keluar, supaya tertib dan terkontrol agar BUMN Indonesia bisa go internasional, sebab BUMN itu bertujuan untuk kepentingan rakyat.

Disinggung soal polemik penolakan BPI Danantara oleh sekelompok orang, Fauka Noor Farid menilai jika mereka yang menolak adalah mereka yang selama ini menggerogoti BUMN.

“Kalau ada yang tidak setuju dan menyerang program ini, itulah mereka-mereka yang kenyang makan uang BUMN. Karena kebocoran dalam BUMN disinyalir digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok, makanya mereka gak suka dengan kebijakan ini,” ucap Fauka.

Jadi, lanjut Fauka, yang menghembuskan isu gak jelas itu ya tikus-tikus BUMN, yang dengan adanya program ini piring makan mereka terancam hilang, karena program ini menutup potensi kebocoran dana di BUMN.

Dalam kesempatannya, Fauka Noor Farid juga mengajak kepada warga untuk bersama mendukung kehadiran BPI Danantara, agar para tikus yang selama ini menggerogoti uang BUMN bisa musnah.

“Progran ini bertujuan untuk menyelamatkan kebocoran uang di BUMN, agar tikus-tikus itu tidak bisa lagi makan uang rakyat. Ini kan tujuan yang mulia. Mari kita sambut kebijakan ini dengan sukacita,” jelasnya.

Selain itu, kehadiran BPI Danantara juga diyakini akan menjadi angin segar bagi masyarakat. Sebab, uang kebocoran yang selama ini terjadi di BUMN bisa dialokasikan untuk kepentingan masyarakat serta mensukseskan program-program presiden yang proterhadap rakyat.

“Daripada dimakan tikus-tikus BUMN, kan bisa diberikan kepada rakyat. Bisa untuk gaji guru, pembangunan sekolah, biaya kesehatan masyarakat, kesejahteraan masyarakat, bantuan sosial dan beragam program prorakyat lainnya,” katanya.

Siang itu, Fauka juga mengatakan, kalau hadirnya BPI Danantara ini bisa menjadi suksesor program-program Pak Prabowo yang prorakyat.

“Semoga dengan sistem yang transparan dan tata kelola yang baik, Danantara bisa menjadi instrumen penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” tandasnya.

 

 

 

(Red/Sh)