Hadiri Pelatihan Tata Boga, TP-PKK dan Baznas berikan Bantuan Mixer Pada Peserta 

Daerah20 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Peluang usaha bagi ibu-ibu PKK di Kecamatan Pucakwangi kini semakin terbuka. Rabu (8/7/2026), Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati bersama BAZNAS Kabupaten Pati menyalurkan bantuan berupa mixer kepada peserta pelatihan tata boga di Kantor Kecamatan Pucakwangi. Bantuan tersebut diberikan sebagai sarana pendukung agar keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan dapat berkembang menjadi usaha yang produktif dan mampu meningkatkan ekonomi keluarga.

Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan agar hasil pelatihan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata, tetapi dapat diwujudkan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi keluarga.

“Saya berharap pemberian mixer ini dapat memberikan manfaat dan membantu ibu-ibu PKK dalam mengembangkan usaha,” ujar Dwi.

Ia menambahkan, pemberdayaan perempuan melalui peningkatan keterampilan dan penyediaan sarana usaha merupakan langkah penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, bantuan yang diberikan diharapkan dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Nur Hidayah, salah satu penerima bantuan, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada peserta pelatihan. Menurutnya, bantuan mixer menjadi modal yang sangat berarti untuk memulai sekaligus mengembangkan usaha di bidang kuliner.

“Kami sudah mengikuti pelatihan tata boga selama 20 hari. Dengan adanya bantuan mixer ini, kami semakin bersemangat untuk memulai usaha dan mengembangkan keterampilan yang sudah kami pelajari,” ungkapnya.

Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Camat Pucakwangi Udhi H. Nugroho, Ketua TP PKK Kecamatan Pucakwangi Unun Alfiyana, serta perwakilan Baznas Kabupaten Pati.

Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif berbasis keluarga.

 

 

(Red/Sh)