Miliki Mustiko Bambu, Pria Asal Pati: Terdapat Kekuatan Supranatural dari Alam

Miliki Mustiko Bambu, Pria Asal Pati: Terdapat Kekuatan Supranatural dari Alam

Pati, www.suarahukum-news.com-Berbicara tentang keanekaragaman,baik kultur, budaya dan tradisi, Seakan tak ada habisnya jika di ulas secara satu per-satu dari semua yang ada di Negeri ini. Salah satunya adalah bagi mereka yang memiliki kepercayaan atau penganut Jawa Kuno. Mereka banyak memiliki sudut pandang kultur maupun budaya menurut keyakinan yang turun temurun. Diantaranya tentang adanya kekuatan mistis yang terkandung pada benda atau barang dari alam. Salah satunya dari tumbuhan alam jenis Bambu atau Mustiko Bambu ( bambu yang berubah wujud menjadi batu/fosil). Hal tersebut disampaikan langsung oleh seseorang yang memiliki kelebihan olah Kanuragan maupun Kebatinan asal Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, di kediamannya pada Jumat(08/01/21),malam. (09/01)

“Perlu di ketahui. Selain adanya surat yang tersurat (kitab). Maka ada pula, surat yang tersirat (meliputi segala benda yang ada seluruh alam semesta ini),” Kata pria dua anak dan akrab di panggil Tege, saat di konfirmasi oleh awak media ini.

Dari berbagai penjuru belahan dunia, bambu memiliki aspek filosofis dalam beberapa kebudayaan bangsa. Misalnya seperti Bangsa Tiongkok menjadikan bambu sebagai simbol keteguhan dan ketulusan. Sementara bangsa India menjadikan bambu sebagai tanda atau simbol persahabatan. Bambu seringkali pula dijadikan sebagai simbol sosok seorang kesatria, jagoan, pendekar bela diri bahkan senjata dalam mengusir para penjajah. Tak jarang apabila kita melihat adegan film pendekar Tiongkok sering menggunakan bambu sebagai senjata,atau dalam film perjuangan di layar kaca Indonesia. Konon, bambu runcing mampu mengalahkan musuh yang menggunakan senjata berteknologi canggih kala itu.

Bambu juga dikenal sebagai salah satu aspek dalam unsur kebudayaan dan kepercayaan masyarakat tersebut ,dapat ditemui dalam masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa memiliki berbagai filosofi hidup yang berkaca dari alam sekitar. Seperti pohon bambu, yang tak luput dari penganalogian falsafah Jawa, selanjutnya falsafah bambu sebagai pedoman hidup ini dikenal dengan Ngelmu Pring (Belajar dari Bambu) yang merupakan salah satu gambaran karakteristik orang Jawa.

Tradisi Jawa dihimpun dari kesusasteraan Sansekerta selama ribuan tahun seperti Pararaton, Negarakertagama, dan Babad Tanah Jawi. Dari sini kemudian muncullah ajaran Kejawen, dan Kejawen bukan kategori religius melainkan lebih kepada etika dan sebuah gaya hidup yang diilhami dari pemikiran Jawa.

“Saya mulai tertarik jenis bambu unik terhitung baru. Yaitu sejak beberapa tahun terakhir. Sebelumnya saya lebih tertarik untuk belajar Olah Kanuragan dan belajar mengenal Jatidiri,” Ujar Tege, yang juga merupakan sosok humoris di kalangan teman-temannya, Sembari memperlihatkan beberapa koleksi bambu unik yang ia miliki dan ia ambil sendiri melalui proses meditasi menurut keyakinannya.

Dari berbagai macam kategori bambu unik yang ia koleksi, diantaranya meliputi jenis bambu ori, bambu kuning,bambu apus , dengan kategori : bambu yang hidup sejalan dengan tunas dan memiliki lima ruas, bambu combong dengan berbagai ukuran, bambu patil lele,bambu gador ruas tiga dan sembilan,bambu combong, bambu carang sewu, bambu combong tembus, bambu kurung, bambu kembar dan bunga bambu dari berbagai jenis.

“Koleksi bambu ini belum seberapa dengan milik para senior. Karena saya merupakan kategori pemula dalam mengenal bambu unik,” ucapnya.

Tetapi, Lanjutnya,Dari beberapa koleksi bambu unik ini, saya memiliki satu yang cukup istimewa. Yaitu Mustiko Bambu.

“Ini adalah mustiko bambu, bentuknya seperti bambu jenis ori. Namun sudah menjadi batu atau fosil,” tuturnya sembari mengeluarkan kantong kain warna putih kucal dari kotak khusus.

Dari dalam kantong, tercium aroma harum bunga kantil dan wewangian yang kental dengan aroma magis.

“Mustiko bambu ini, saya dapat belum lama. Waktu itu sedang mencari bambu unik di kawasan Kecamatan Pucakwangi bersama teman saya bernama kang Imam. Saat itu bertepatan pada hari Jumat Kliwon (hari pasaran dalam hitungan jawa) siang,”tutur Tege sembari menceritakan panjang lebar asal usul ia mendapatkan mustiko bambu tersebut.

Adapun secara filosofi dan manfaatnya adalah kembali kepada kepercayaan diri masing-masing. Namun diakui atau tidak, yang namanya goib itu memang ada. Dan sangat dekat sekali dengan kehidupan kita ini.

“Terlepas dari suatu kepercayaan apapun, kami menilai benda ini adalah dari sisi keunikan alaminya. Bisa saja bambu ini (jenis bambu ori) adalah bagian dari sejarah masa silam. Atau beberapa ribu tahun lalu, hingga akhirnya berubah menjadi fosil (jadi batu),”Cetusnya sembari mengagumi akan kuasa Tuhan, yaitu bambu ori yang menjadi batu (mustiko).

Itulah, banyak orang menilai jika bambu bisa lapuk dan hancur dimakan usia, namun jika Tuhan berkehendak lain, maka bambu tersebut bisa utuh seperti ini dan bahkan berubah wujud menjadi batu.

Disinggung soal kekuatan mistis yang terkandung pada mustiko bambu, Pria dua anak ini pun tersenyum tipis sembari berukata,”Jika berbicara mistis, tentu tak lepas dari itu. Dan ini merupakan bagian dari misteri alam. Kalau menurut pandangan spritual saya pribadi, mustiko bambu ini memiliki Kodam alami, yang tidak bisa dijelaskan secara kasat mata,”pungkasnya.

 

(Red/Sh)

COMMENTS