Bersihkan Sampah di Bendungan Tambahmulyo, Kabid SDA DPUTR Pati; Antisipasi Banjir 

Daerah15 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Dalam upaya pencegahan banjir dan untuk memastikan kelancaran pada aliran sungai, sampah menumpuk di Bendungan Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Pati telah dibersihkan. Sampah tersebut diketahui sudah lama berada dalam kawasan bendungan tersebut, dan merupakan sisa tumpukan sampah pada musim penghujan beberapa waktu lalu. (14/04)

Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh batang dan ranting kecil serta beberapa sampah rumah tangga lainnya. Apabila hal ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan jika terjadi intensitas curah hujan tinggi maka aliran sungai dapat terganggu, yang memicu terjadinya banjir pada area pemukiman warga dan lahan pertanian yang ada di sekitar lokasi.

Dalam kesempatannya, Kepala DPUTR Pati melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Widio Tomo Kusdianto mengatakan bahwa tumpukan sampah tersebut sudah lama menumpuk di bendungan. Dan sampah tersebut merupakan kirimam yang terbawa arus dari hulu sungai.

“Akibat penumpukan sampah pada bandungan, tentu berpotensi terjadinya penyumbatan dan terganggu nya aliran sungai. Apabila tidak segera ditangani maka hal ini dapat memicu terjadinya banjir apabila curah sedang hujan tinggi,” ujar Widio Tomo Kusdianto, Kabid SDA, DPUTR Pati, Selasa (14/04).

Lebih lanjut Widio juga menegaskan bahwa timbunan sampah tersebut juga dapat menghambat aliran sungai serta dapat meningkatkan debit air pada hulu sungai. Dengan demikian, apabila debit air dari hulu naik akan melimpas ke pemukiman dan mengakibatkan banjir,” imbuhnya.

Ia juga mengaku, bahwa tumpukan sampah di Bendungan Tambahmulyo sudah menumpuk bertahun-tahun. Selama ini, pembersihan belum pernah dilakukan secara tuntas sehingga sampah terus menggunung.

“Kemarin kita lakukan pembersihan bendungan secara gotong royong, yang melibatkan warga setempat dan dibantu oleh personel dari TNI dan Polri,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Kabid SDA DPUTR Pati juga berharap agar kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah disungai serta tetep menjaga aliran sungai supaya tetep lancar terus di galakkan. Hal ini untuk menghindari kerawanan banjir serta untuk menjaga saluran air dapat berfungsi secara maksimal.

“Apabila aliran sungai ini berfungsi secara maksimal, maka sistem irigasi pertanian juga tidak ada kendala. Dengan demikian para petani juga dapat meningkatkan hasil panen secara optimal,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Red/ADV)