Hadiri Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif, Chandra: Ibu-Ibu Adalah Manager Dapur Keluarga

Daerah31 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mendorong Gerakan Anti Boros Pangan semakin masif dari keluarga ke masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif Diversifikasi Produk Ikan Baznas Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah di Aula PKK Kabupaten Pati, Rabu (16/9/2026).

“Ibu-ibu adalah manager dapur di rumah masing-masing. Perubahan perilaku dapat dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga, melalui Gerakan Anti Boros Pangan,” ujar Chandra.

Menurut Chandra, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia sekaligus bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan angka stunting. Karena itu, kebiasaan mengelola pangan secara bijak perlu dibangun sejak dari rumah.

“Belajar bijak, masak secukupnya, dan makan dihabiskan. Ini yang perlu diajarkan kepada masyarakat,” kata Chandra.

Ia juga mengingatkan bahwa pemborosan pangan tidak hanya berkaitan dengan pengeluaran rumah tangga. Makanan yang terbuang turut menimbulkan persoalan sosial dan lingkungan karena sampah pangan dapat menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap kerusakan atmosfer.

“Sebelum belanja, rencanakan dulu menu makan. Saat makan, ambil secukupnya agar tidak terbuang. Bahan makanan yang masih bisa dikonsumsi juga perlu diolah kembali,”  jelas Chandra.

Chandra menyebut PKK memiliki kekuatan besar untuk mendorong perubahan perilaku tersebut. Edukasi dapat dimulai melalui kader, kemudian diterapkan dalam keluarga dan diperluas ke lingkungan masyarakat.

“Kalau kita bisa menekan angka boros pangan dalam keluarga, bukan hanya pengeluaran yang lebih hemat. Kita juga ikut menjaga ketahanan pangan daerah dan menyelamatkan lingkungan,” ungkap Chandra.

Ia mengapresiasi Pokja III TP PKK dan perangkat daerah terkait yang telah menginisiasi gerakan tersebut. Chandra berharap Gerakan Anti Boros Pangan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Pati.

“Kita harapkan gerakan ini terus berlanjut dan semakin masif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Pati,” tegas Chandra.

Pada kegiatan yang sama, Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bantuan berupa food processor dan ikan nila senilai Rp42,49 juta. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pengembangan usaha ekonomi produktif bagi para penerima manfaat.

“Baznas Provinsi Jawa Tengah selalu mengadakan pelatihan. Sejak 2018, kami telah memberikan 21 jenis pelatihan kepada 14.598 peserta,”  ujarnya.

Bantuan dan pelatihan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan penerima untuk mengembangkan usaha produktif. Program itu menjadi bagian dari upaya Baznas Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung pengentasan kemiskinan.

Kegiatan diikuti penerima bantuan Baznas Provinsi Jawa Tengah, binaan Dinas Kelautan dan Perikanan, serta kader TP PKK Kabupaten Pati.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Ketua Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Kabupaten Pati, Ketua Pokja III PKK Kabupaten Pati, serta para Ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Pati.

 

(Red/Sh)