Peringati HLUN, RSUD Soewondo Pati Gelar Operasi Katarak Gratis bersama Sentra Margo Laras

Daerah27 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati bekerja sama dengan Sentra Margo Laras Pati dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jawa Tengah menggelar bakti sosial operasi katarak gratis bagi masyarakat, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026. (06/06)

Peserta yang mendaftar dalam kegiatan tersebut berasal dari lima kabupaten, yakni Pati, Jepara, Grobogan, Blora, dan Rembang. Tercatat sebanyak 47 orang mengikuti tahapan pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan (screening) yang telah dilaksanakan pada 5 Juni 2026.

Direktur RSUD RAA Soewondo Pati dr. Rini Susilowati, M.Kes, MM, menyampaikan bahwa dari hasil screening tersebut, sekitar 15 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani operasi katarak.

“Pada tanggal 5 Juni kemarin telah dilakukan screening terhadap seluruh peserta yang mendaftar. Alhamdulillah, peserta yang lolos pemeriksaan kesehatan hari ini dapat menjalani operasi katarak sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.

Proses screening dan pemeriksaan medis secara intensif sebelum pasien dinyatakan lolos untuk menjalani operasi. dok.reed (05/06/2026) 

Ia menjelaskan, tidak semua peserta dapat langsung menjalani operasi karena sejumlah faktor kesehatan yang menjadi pertimbangan tim medis. Beberapa peserta diketahui memiliki kadar gula darah yang tinggi maupun kondisi kesehatan lain yang belum memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi.

Lebih lanjut, Direktur RSUD RAA Soewondo Pati menegaskan bahwa pelayanan kepada pasien tidak berhenti setelah operasi dilakukan. Seluruh pasien yang telah menjalani tindakan operasi akan kembali menjalani pemeriksaan lanjutan di poliklinik mata pada 7 Juni 2026.

“Besok masih ada tindak lanjut berupa kontrol dan pengecekan kondisi mata pasien di poliklinik. Tahapan ini penting untuk memastikan hasil operasi berjalan baik sebelum pasien dinyatakan pulih dan sehat,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Sentra Margo Laras Pati Sony Hendra Setyawan, menjelaskan bahwa kegiatan operasi katarak gratis tersebut merupakan salah satu program sosial yang diselenggarakan Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026.

Selain operasi katarak, sejumlah kegiatan sosial lainnya juga telah dilaksanakan di Kabupaten Pati. Di Pendopo Kabupaten Pati digelar kegiatan donor darah dan penyaluran bantuan kewirausahaan bagi masyarakat kurang mampu. Sedangkan di Rumah Sakit Keluarga Sehat turut dilaksanakan kegiatan khitan massal.

“Untuk operasi katarak dipusatkan di RSUD RAA Soewondo Pati dengan peserta yang berasal dari Kabupaten Pati, Rembang, Blora, Grobogan, dan Jepara. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya para lanjut usia,”  jelasnya.

Pihaknya menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan bakti sosial tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, yakni RSUD RAA Soewondo Pati, PERDAMI Jawa Tengah, serta Sentra Margo Laras Pati.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik, sehingga kualitas hidup dan produktivitas mereka dapat meningkat.

Sementara itu dr.Heroe Joenianto Sp.M, dalam kesempatannya juga mengatakan bahwa Katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia.

Berdasarkan hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) bersama Kementerian Kesehatan, angka kebutaan di Indonesia mencapai sekitar 3 persen pada populasi usia di atas 50 tahun, dan sekitar 81 persen kasus kebutaan tersebut disebabkan oleh katarak.

Penyakit katarak terjadi akibat kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penurunan kualitas penglihatan hingga kebutaan. Kondisi ini umumnya dialami oleh masyarakat lanjut usia, namun juga dapat dipicu oleh faktor penyakit tertentu seperti diabetes, trauma mata, maupun paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang.

“Meskipun katarak dapat disembuhkan melalui tindakan operasi yang relatif aman dan efektif, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan kesehatan mata secara optimal. Faktor ekonomi, keterbatasan informasi, serta akses pelayanan kesehatan menjadi kendala utama bagi sebagian masyarakat untuk menjalani operasi katarak,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Kegiatan bakti sosial operasi katarak menjadi salah satu upaya nyata untuk membantu masyarakat memperoleh kembali penglihatannya, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia.

“Kegiatan ini, juga diharapkan dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi para penerima layanan sehingga mereka dapat kembali beraktivitas secara mandiri dan produktif,” pungkasnya.

 

 

 

 

(Red/Sh)