Mengubah Gambar Proyek yang Sedang Dikerjakan, Terindikasi Rawan Suap & Syarat Kepentingan

Opini1186 Dilihat

 

Pati, www.suarahukum-news.com | Dalam dunia Konstruksi, istilah kata RAB (Rencana Anggaran Belanja) seolah tidak asing lagi di pendengaran. Bahkan, kata-kata RAB juga sering menjadi bahan pembicaraan sebelum dilaksanakannya suatu pekerjaan konstruksi, baik dari pihak instansi swasta, terlebih di dalam pekerjaan konstruksi pemerintahan. Sebuah proyek konstruksi melibatkan banyak pihak yang menjalankan kewajiban masing-masing. Salah satunya adalah pembuatan gambar kerja yang dilakukan oleh bagian engineering.(12/11)

Ada beberapa jenis gambar kerja yang biasa dikenal di dunia konstruksi dan salah satunya adalah shop drawing. Shop Drawing atau Gambar kerja merupakan suatu gambar yang dikerjakan oleh pihak kontraktor. Gambar ini akan menjadi landasan atau dasar dari sebuah penyelenggaraan proyek konstruksi di lapangan.

“Dari pengertian ini tentu sudah jelas bahwa fungsi dari gambar tersebut sangatlah penting dalam suatu proyek konstruksi,” ujar Arya Sena (bukan nama sebenarnya) salah satu pengamat kontruksi di Kabupaten Pati, Sabtu (12/11) siang, saat dimintai tanggapannya tentang pentingnya suatu Gambar Kerja dalam dunia kontruksi.

Lebih lanjut pihaknya juga menambahkan, Bisa dikatakan bahwa sebuah proyek konstruksi akan berjalan lancar dengan adanya panduan dari gambar kerja tersebut. Gambar ini akan menjadi acuan yang jelas bagi semua pihak yang bekerja di lapangan.

“Selain itu, gambar kerja tersebut juga akan meminimalisir terjadinya kesalahan di lapangan. Jika kesalahannya minimal, maka waktu dan biaya konstruksi tidak akan membengkak,” imbuhnya, sembari memberikan paparan tentang seputar gambar dalam dunia kontruksi.

Sebuah proyek konstruksi membutuhkan perencanaan yang matang. Hal ini dilakukan agar proses pembangunan bisa berjalan secara efektif dari segi waktu maupun biaya.

“Gambar kerja ini memiliki fungsi penting untuk mewujudkan berjalannya proyek konstruksi yang efektif. Pekerja lapangan bisa bekerja dengan panduan yang jelas sehingga setiap langkah yang diambil tidak akan sia-sia,” paparnya.

Gambar kerja juga berfungsi penting dalam pengendalian pemakaian material pembangunan. Tidak hanya digunakan sebagai acuan berjalannya proyek, gambar kerja ini juga sangat berperan membantu proses perhitungan dan belanja material.

Pelaksanaan proyek akan jauh lebih mudah dan perencanaan biaya juga bisa dilakukan secara optimal. Gambar kerja ini tidak dibuat oleh sembarang orang yang terlibat di dalam suatu proyek konstruksi. Pihak yang memiliki hak untuk membuat gambar tersebut adalah konsultan perencana, bisa dari perusahaan maupun individu.

Pembuat gambar harus bekerja sebelum proyek konstruksi dimulai. Gambar ini akan menjadi acuan pembangunan sehingga proses pembuatannya harus dilakukan di awal mula proyek. Inilah poin penting yang membedakan dengan gambar kerja as built drawing. As built drawing dibuat oleh pihak kontraktor atau pelaksana proyek dan dikumpulkan setelah proyek konstruksi selesai.

Ilustrasi dasar perubahan gambar kontruksi, yang dianggap rawan suap dan syarat kepentingan sepihak.

“Fungsinya adalah untuk membandingkan apakah ada perbedaan antara gambar sebelum dan sesudah pembangunan,” kata sosok pria paruh baya tersebut, sembari menerangkan beberapa poin penting dalam dunia kontruksi.

Diketahui bahwa, Pembuatan gambar kerja ini jelas tidak bisa dilakukan asal-asalan. Sebagai acuan berjalannya konstruksi, maka gambar harus dibuat sebaik mungkin dengan alur pembuatan yang tepat. Diantaranya melalui :

1. Survei

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam pembuatan gambar kerja ini adalah survei lapangan. Gambar ini harus memiliki keakuratan yang tinggi agar proses pembangunan bisa berjalan tanpa hambatan. Dibutuhkan survei untuk melihat secara langsung seperti apa kondisi lokasi konstruksi.

Pembuat gambar akan jauh lebih mudah membuat rancangan gambar jika mengetahui detail lokasi konstruksi.

Tidak hanya luas wilayah konstruksi, namun penting juga untuk mendapat informasi lengkap mengenai detail lokasi tersebut. Data-data ini akan membantu menghasilkan gambar kerja yang efektif.

2. Pengamatan Gambar Kontrak.

Selanjutnya, pembuat gambar kerja akan melihat gambar kontrak dan RKS atau rencana kerja dan syarat-syarat. Dokumen ini akan menjadi dasar bagi pembuat gambar untuk bekerja. Setelah melakukan survei dan mengolah data dari dokumen-dokumen tersebut maka gambar kerja siap untuk dibuat.

3. Pembuatan Gambar Kerja

Tahap ini menjadi bagian yang penting dimana pembuat gambar akan menghasilkan sebuah rencana gambar yang lengkap. Gambar kerja sudah memuat bentuk bangunan serta ukuran yang jelas.

Informasi yang jelas dari gambar kerja ini sangat penting karena akan menjadi acuan bagi pekerja lapangan. Semakin jelas informasi yang ada di gambar kerja maka pekerja lapangan bisa bekerja lebih efektif.

Gambar kerja akan sangat berpengaruh pada hasil akhir konstruksi. Itulah mengapa sangat penting untuk memastikan bahwa gambar kerja ini dibuat oleh orang yang tepat. Pemahaman mengenai lokasi proyek dan rencana konstruksi sangat penting untuk dimiliki.

4. Pengajuan Gambar

Jika gambar kerja sudah siap, maka gambar ini bisa segera diajukan. Pengajuan gambar dilakukan kepada konsultan pengawas atau manajemen konstruksi. Pihak yang mendapat pengajuan ini berhak untuk memberikan penilaian terhadap gambar kerja tersebut. Jika dirasa gambar kerja belum memenuhi kriteria yang diharapkan, maka bisa dilakukan perbaikan.

Pihak konsultan pengawas atau manajemen konstruksi memiliki hak untuk memberikan masukan terhadap pembuatan gambar kerja. Mereka juga berhak menolak hasil gambar jika dirasa tidak bisa digunakan sebagai acuan pembangunan.

Jika gambar sudah disetujui, barulah dokumen gambar tersebut bisa dikembalikan lagi kepada pihak kontraktor.

5. Distribusi ke Personel Lapangan

Gambar yang sudah disetujui artinya bisa digunakan sebagai acuan proyek konstruksi. Pihak kontraktor bisa segera mendistribusikan gambar kerja tersebut kepada semua personel kerja lapangan.

Gambar ini juga harus dipahami dan dianalisis oleh para pekerja yang terlibat dalam suatu proyek konstruksi di lapangan.

Kemudian, Dokumen gambar kerja yang dibagikan kepada para pekerja di lapangan adalah salinan. Sementara itu dokumen gambar kerja yang asli akan disimpan oleh pihak kontraktor sebagai arsip. Gambar kerja ini nantinya akan dibandingkan dengan as built drawing yang dibuat setelah proyek konstruksi selesai.

“Itulah pengertian hingga cara pembuatan shop drawing di dunia konstruksi. Gambar kerja ini memiliki peran penting dalam kelancaran sebuah proyek. Kepuasan klien juga tentu akan sangat bergantung pada kesempurnaan gambar kerja tersebut. Pembuatan gambar kerja yang akurat akan sangat mempermudah terwujudnya hasil konstruksi yang berkualitas,” jelas Arya Sena (bukan nama sebenarnya) menambahkan.

Disinggung bila ada suatu pekerjaan konstruksi dari pemerintah, Kemudian dilakukan perubahan Gambar & RAB, namun tidak terjadi sesuatu peristiwa di dalam pelaksanaan proyek, misalnya tentang adanya bencana alam atau lainnya, lalu pihaknya menyebut jika perubahan tersebut rawan terjadinya suap dan syarat kepentingan sepihak.

“Kalau gambar kontruksi dirubah tanpa ada suatu peristiwa yang mengakibatkan terhambatnya suatu proses pekerjaan konstruksi, maka, si pembuat ini terindikasi rawan suap. Karena, kontruksi pemerintahan itu, sebelum dilakukan lelang terbuka, semuanya sudah melalui berbagai tahapan dan uji materi berkaitan dengan gambar kontruksinya,” tandasnya.

 

 

 

(Red/Tg)