Pati, www.suarahukum-news.com | Longsor yang mengakibatkan bahu jalan menyempit, seolah menjadi pemandangan yang tak biasa bagi pengendara yang sedang melintas di kawasan Gili Bedah turut Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. Pasalnya, jalan penghubung antara Kecamatan Tlogowungu-Gunungwungkal ini harus mengalami penyempitan akibat longsor yang terjadi pada beberapa bulan lalu.(20/11)
Namun, hingga berita ini diterbitkan, penyempitan jalan tersebut seolah luput dari penanganan. Terlebih, jalur tersebut berada dikawasan pegunungan yang minim dengan lampu penerangan maupun rambu-rambu jalan, sehingga berpotensi untuk rawan kecelakaan. Kewaspadaan dan ekstra hati-hati sangat diperlukan, terlebih jika melintas di jalur tersebut pada malam hari.
“Beberapa waktu lalu memang terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan beberapa titik bangunan infrastruktur rusak. Sementara untuk bahu jalan yang longsor di Gili Bedah itu, merupakan akses jalan penghubung antara Kecamatan Tlogowungu-Gunungwungkal,” ujar Sudadi, Kepala Desa Gunungsari, Minggu (20/11).
Lebih lanjut Sudadi juga mengatakan jika pihak pemerintah desa sudah berupaya untuk melakukan perbaikan. Namun, ia mangaku jika yang dikerjakan hanyalah untuk menahan tebing dengan pancang bambu. Dengan harapan, jika bambunya hidup, setidaknya dapat mencegah erosi tanah di kawasan perbukitan tersebut.

“Karena jalan tersebut merupakan akses milik daerah, kami tidak bisa melakukan hal lebih. Kami hanya bisa melakukan hal-hal penanggulangan saja. Namun tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan, terlebih anggaran yang kami punya hanyalah mengandalkan Dana Desa (DD),” ujar Sudadi menambahkan.
Sementara itu, salah seorang pengendara sepeda motor saat dikonfirmasi Media ini juga mengatakan, kalau jalur tersebut merupakan kawasan rawan longsor. Jika musim penghujan, sering terjadi timbunan tanah akibat tebing yang mengalami erosi.
“Jalur sini memang seperti itu pak (rawan longsor). Kemudian penyempitan jalan akibat longsor itu juga sebenarnya sudah lama terjadi. Namun, kayaknya belum ada upaya perbaikan. Dengan letaknya yang berada di area tikungan dan tanjakan-penurunan, maka harus ekstra hati-hati pak. Terlebih jika melintas di malam hari,” tandas Saryono, Minggu (20/11) saat dikonfirmasi Media ini, seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas di jalan tersebut.
Diharapkan, adanya campur tangan dari pemerintah daerah, untuk melakukan perbaikan di jalur tersebut. Karena, jika dibiarkan terlalu lama, akan dapat membahayaka para pengendara sepeda motor maupun roda empat yang sedang melintas. Terlebih dimalam hari yang minim dengan lampu penerangan.
(Red/Tg)








